Kolaka,– Lebih dari setengah abad PT Vale Indonesia Tbk menjejakkan kaki di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Namun, alih-alih membawa kemakmuran, keberadaan raksasa tambang nikel ini justru menuai amarah dan kekecewaan.

Ratusan warga Kolaka, pada Selasa (17/6/2025), meluapkan kemarahan mereka di lokasi tambang Desa Huko-Huko, Kecamatan Pomalaa, menyoroti janji kesejahteraan yang tak kunjung terwujud dan abainya perusahaan terhadap hak-hak masyarakat lokal.

Koordinator aksi, Bayu Pradana, tanpa tedeng aling-aling menyebut kebijakan rekrutmen PT Vale sebagai lelucon yang melukai hati warga.

“PT Vale hanya membuka rekrutmen di Sorowako. Setelah itu, karyawan dari sana dibawa ke Site Pomalaa dan seolah-olah dipertontonkan kepada warga lokal. Ini melukai hati masyarakat Kolaka,” tegas Bayu, suaranya menggelegar di depan kantor perusahaan. Ironi yang tajam, di tanah mereka sendiri, warga Kolaka hanya menjadi penonton.

Sorotan tajam tak berhenti pada masalah tenaga kerja. Perusahaan juga dituding mengabaikan pemberdayaan pengusaha lokal. Tender yang kini dibuka secara nasional, kata para demonstran, adalah pengkhianatan terhadap komitmen awal untuk mendukung pelaku usaha setempat.