Kolaka – Kebuntuan komunikasi yang dipertontonkan oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kolaka, AKBP Yudha W. Nugraha, dalam merespons jeritan sopir truk lokal akhirnya memantik reaksi keras dari panggung politik regional.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Jabal Nur, secara lantang mengecam sikap tertutup sang pemegang tongkat komando yang dinilai menutup mata terhadap nasib kepemilikan armada warga yang terjebak kredit berjalan.

Sikap abai yang diperlihatkan AKBP Yudha selama berbulan-bulan dianggap Jabal Nur telah mencederai prinsip transparansi institusi Polri sebagai pelayan publik. Menanggapi bungkamnya pucuk pimpinan Polres Kolaka terkait mandeknya permohonan pinjam pakai barang bukti tersebut, Jabal Nur melayangkan kritik menohok.

“Kapolres Kolaka mundur aja kalau tidak bisa diajak komunikasi dengan masyarakat,” ketus Jabal Nur tajam menanggapi sikap tertutup kepemimpinan Polres Kolaka.

Menurut Jabal Nur, reformasi kultural di tubuh korps Bhayangkara tidak akan pernah tercapai jika para perwira di tingkat daerah justru memelihara ego sektoral dan enggan membangun komunikasi dengan masyarakat terkait keluhan serta surat-surat resmi yang dilayangkan oleh perwakilan warga kecil.