Kendari – Langkah gabungan Komisi 1 dan Komisi 3 DPRD Kota Kendari untuk menuntaskan aduan warga terkait PT Samator Indo Gas harus terhambat. Para wakil rakyat ini dibuat geram lantaran pimpinan perusahaan hingga perwakilan dinas terkait tak menampakkan batang hidung saat disidak, Senin (16/3/2026).
Sidak ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 10 Maret lalu. Agenda utamanya adalah membongkar dugaan pelanggaran dokumen perizinan serta kebisingan operasional yang dikeluhkan masyarakat sekitar.
Tiba di lokasi, rombongan yang dipimpin Ketua Komisi 1 Zulham Damu dan Sekretaris Komisi 3 Muslimin langsung menyisir area operasional. Mereka memantau aktivitas yang diduga memicu polusi suara hingga memeriksa fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Namun, suasana berubah hambar ketika tim dewan tidak berhasil menemui pimpinan PT Samator Indo Gas maupun perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari di lokasi.
“Kami datang ke sini untuk mencari fakta lapangan atas keluhan warga. Sangat disayangkan, pimpinan perusahaan dan pihak DLHK justru tidak ada di tempat saat kunjungan penting ini,” ujar salah satu anggota dewan di lokasi.



Tinggalkan Balasan