KENDARI – Sore Ramadhan di kawasan Kambu, Kota Kendari, perlahan berubah hangat ketika matahari mulai condong ke barat.
Di simpang empat bundaran Jembatan Kembar Kali Kadia, arus kendaraan padat seperti biasa menjelang berbuka.

Namun sore itu, ada pemandangan berbeda, sekelompok ibu dengan busana biru-putih berdiri di tepi jalan, membawa kantong-kantong kecil berisi paket makanan berbuka puasa.
Mereka adalah Ketua dan pengurus Tim Penggerak PKK Sulawesi Tenggara, yang turun langsung membagikan paket kepada pengendara.

Di tengah mereka, tampak Arinta Andi Sumangerukka, Ketua TP PKK Sultra, tersenyum ramah dan menyapa warga satu per satu.
Tanpa jarak, Arinta bersama pengurus PKK menyerahkan paket makanan berbuka puasa kepada pengendara motor, pengemudi ojek online, hingga warga yang sedang dalam perjalanan pulang.

Seorang ibu pengendara yang berhenti sejenak menerima kantong plastik berisi snack, buah, nasi bakar, dan air mineral tersenyum sambil mengucapkan terima kasih.

Arinta membalasnya dengan senyum hangat. Suasana perlahan berubah menjadi penuh keakraban.
Bagi Ketua dan pengurus PKK, peran mereka bukan hanya administratif di gedung.
Dengan turun langsung ke jalan, mereka ingin menunjukkan peran ibu-ibu PKK sebagai perekat sosial, hadir di tengah masyarakat, menebar kepedulian dan semangat Ramadhan.

Para anggota PKK yang mendampingi terlihat bersemangat. Sebagian memegang papan kecil bertuliskan pesan Ramadhan, sementara yang lain menyapa pengendara yang melintas.
Tawa ringan terdengar di antara para ibu PKK dan warga. Beberapa pengendara melambatkan kendaraan, bahkan berhenti sejenak, hanya untuk menerima paket dan mengabadikannya di ponsel.
Tak sedikit warga terkejut mengetahui sosok yang membagikan paket adalah Arinta Andi Sumangerukka, istri Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka.

Namun Arinta dan seluruh pengurus PKK tampak santai, membaur, dan terus menyapa warga dengan senyum ramah.
Setiap kantong berisi hidangan sederhana untuk berbuka puasa snack, buah, nasi bakar, dan air mineral.
Bagi sebagian orang, mungkin hanya makanan kecil. Namun bagi pengendara yang masih di jalan saat azan magrib berkumandang, paket sederhana itu menjadi penyelamat agar bisa berbuka tepat waktu.

“Kami ingin selalu hadir di tengah masyarakat, berbagi kebahagiaan dan perhatian, kapan pun dibutuhkan,” ujar Arinta di sela kegiatan.
Melihat antusiasme warga, para pengurus PKK menambah jumlah paket makanan berbuka puasa yang dibagikan.
Bahkan hidangan yang semula untuk anggota PKK turut diberikan kepada warga.
Bagi mereka, senyum pengendara jauh lebih membahagiakan daripada menikmati hidangan sendiri.
Di setiap kesempatan menyerahkan paket, Arinta dan pengurus PKK selalu menyampaikan pesan penting: tetap berhati-hati di jalan dan jaga keselamatan saat berkendara.
Mereka ingin Ramadhan bukan hanya soal berbagi makanan, tetapi juga saling menjaga satu sama lain.
Menjelang azan magrib, paket makanan berbuka puasa hampir seluruhnya habis terbagikan.

Senyum para penerima menjadi penutup manis dari kegiatan sore itu.
Di tengah lalu lintas Kendari, pemandangan sederhana tertinggal Ketua dan pengurus PKK Sultra berdiri di tepi jalan, berbagi paket makanan berbuka puasa dan kebahagiaan kepada orang-orang yang bahkan mungkin tak mereka kenal.
Ramadhan sore itu mengingatkan satu hal, kebaikan tidak selalu harus besar. Kadang hadir dalam bentuk paket makanan berbuka puasa dan senyuman hangat dari ibu-ibu PKK yang memilih turun langsung ke jalan. (red)


Tinggalkan Balasan