Sabtu pagi, 7 Maret 2026, suasana di Lippo Plaza Kendari terasa berbeda dari biasanya.
Di salah satu sudut pusat perbelanjaan itu, ratusan anak duduk rapi di lantai sebuah ruangan kosong. Mereka datang dari berbagai kelurahan di Kota Kendari.

Sebagian mengenakan pakaian sederhana, sebagian lagi tampak malu-malu menatap sekitar.
Namun dari wajah-wajah polos itu terpancar satu hal yang sama: kebahagiaan yang tulus.
Anak-anak tersebut adalah yatim, piatu, yatim piatu, serta duafa.
Hari itu mereka mendapatkan undangan istimewa dari Arinta Andi Sumangerukka, istri Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka.
Sebanyak 100 anak diajak untuk merasakan pengalaman yang mungkin tidak setiap hari mereka alami—berbelanja langsung di pusat perbelanjaan.
Kegiatan penuh kehangatan ini difasilitasi oleh Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Sulawesi Tenggara yang selama ini menjadi mitra penyaluran zakat bagi banyak donatur, termasuk Arinta Andi Sumangerukka.

Sekitar pukul 10.45 Wita, anak-anak itu mulai dikumpulkan di ruang di samping Hypermart Lippo Plaza Kendari.
Di sana, mereka menerima arahan dari para relawan IZI Sultra. Satu per satu anak kemudian dipasangkan pita hijau di lengan mereka dan diberikan kupon belanja.
Arinta Andi Sumangerukka juga terlihat berada di tengah-tengah mereka.
Ia menyapa anak-anak dengan senyum hangat, sesekali menunduk untuk berbicara dengan beberapa anak yang tampak masih malu.
Agar kegiatan berjalan tertib, 100 anak tersebut dibagi menjadi 10 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 10 anak dan didampingi satu orang pengurus IZI Sultra.
Langkah kecil mereka kemudian bergerak menuju Hypermart.
Keranjang Biru yang Penuh Harapan
Di pintu masuk Hypermart, setiap anak mengambil keranjang tarik berwarna biru.
Bagi sebagian dari mereka, ini mungkin pengalaman pertama menarik keranjang belanja di sebuah pusat perbelanjaan besar.
Di dalam, anak-anak itu mulai menyusuri lorong-lorong rak.
Ada yang langsung menuju rak alat tulis, mengambil buku, pulpen, dan mistar untuk kebutuhan sekolah.
Ada yang memilih sandal baru, tas sekolah, bahkan baju untuk Lebaran nanti.
Sebagian anak juga mengambil susu, bedak, hingga makanan ringan. Barang-barang sederhana, namun begitu berarti bagi mereka.
Ilham, bocah berusia 10 tahun, mengaku sangat bahagia.
“Baru pertama belanja langsung seperti ini. Saya beli buku, pulpen, sama mistar untuk sekolah,” katanya sambil tersenyum lebar.
Keranjang biru yang mereka tarik perlahan itu bukan sekadar tempat menaruh barang.
Di dalamnya tersimpan harapan kecil dan kebahagiaan sederhana yang mungkin akan mereka kenang lama.
Kepala Cabang IZI Sulawesi Tenggara, Ustaz Ramli, mengatakan kegiatan ini melibatkan 100 anak yatim dan duafa dari berbagai kelurahan di Kota Kendari.
Setiap anak diberikan voucher belanja sekitar Rp300 ribu yang bisa digunakan untuk membeli kebutuhan mereka sendiri.
“Melalui kegiatan ini kami ingin anak-anak merasakan pengalaman berbelanja langsung di pusat perbelanjaan ternama. Mereka bebas memilih apa yang mereka butuhkan,” kata Ramli.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu program sosial IZI Sultra yang didukung oleh Arinta Andi Sumangerukka sebagai donatur yang menyalurkan zakatnya melalui IZI.
Selain kegiatan belanja bersama, IZI juga memiliki berbagai program lain seperti berbagi bingkisan bagi anak-anak yatim dan duafa.
Di tengah keramaian pusat perbelanjaan, Arinta Andi Sumangerukka terlihat berjalan mengikuti anak-anak yang berbelanja.
Ia sesekali menghampiri mereka, melihat isi keranjang belanja, bahkan bertanya tentang barang yang mereka ambil.
Sebuah percakapan kecil terjadi ketika ia melihat seorang anak perempuan mengambil bedak.
“Bedak ini untuk siapa?” tanya Arinta dengan lembut.
“Untuk adik saya,” jawab anak itu.
“Adiknya berapa tahun? Empat tahun ya… ada lagi yang mau diambil?” kata Arinta sambil tersenyum.
Percakapan sederhana itu menghadirkan kehangatan yang sulit digambarkan. Bagi anak-anak yang jarang merasakan perhatian seperti itu, momen kecil tersebut menjadi sangat berarti.
Arinta Andi Sumangerukka mengatakan kehadirannya di Lippo Plaza Kendari hari itu adalah untuk mendampingi anak-anak yatim dan duafa berbelanja secara langsung.
Ketua Tim Penggerak PKK Sultra itu menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari penyaluran zakat mal yang ia tunaikan melalui IZI Sulawesi Tenggara.
“Alhamdulillah kegiatan hari ini difasilitasi langsung oleh IZI Sultra,” kata Arinta.
Sabtu pagi itu, satu per satu anak keluar dari Hypermart dengan kantong belanja di tangan mereka.
Namun lebih dari sekadar buku, sandal, atau makanan ringan, mereka membawa pulang sesuatu yang jauh lebih berharga, rasa diperhatikan, rasa dihargai, dan kebahagiaan yang lahir dari kepedulian.
Di tengah hiruk pikuk pusat perbelanjaan, senyum anak-anak itu menjadi pengingat sederhana bahwa kebahagiaan sering kali hadir dari hal-hal kecil—dari sebuah keranjang biru, dari tangan yang memberi, dan dari hati yang tulus berbagi. (red)


Tinggalkan Balasan