Bantuan yang diberikan berupa 34 bingkisan untuk seluruh murid SLBN 1 Wakatobi serta uang tali asih untuk sekolah dan para guru.
“Meskipun paket yang diberikan sangat terbatas, ini adalah bentuk kepedulian dan jalinan silaturahmi dari ibu-ibu Dharmayukti Karini. Semoga di waktu mendatang kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan,” ujar Fransiska.
Selain memberikan bantuan, acara ini juga dirangkai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoU) antara PN Wangi-Wangi dan SLBN 1 Wakatobi.
Kerja sama ini berfokus pada penyediaan layanan bagi penyandang disabilitas.
Ketua PN Wangi-Wangi, Panji P. Prasetyo, S.H., menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga peradilan dan masyarakat dalam mendukung kelompok rentan.
“MoU ini merupakan langkah nyata kami dalam memberikan akses keadilan bagi penyandang disabilitas. Kami berharap kerja sama ini menjadi jembatan untuk menghadirkan layanan peradilan yang lebih inklusif dan ramah bagi semua lapisan masyarakat,” tegasnya.
Humas PN Wangi-Wangi, Rahmad Ramadhan Hasibuan, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PN Wangi-Wangi untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi positif, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan baik antara PN Wangi-Wangi, DYK, dan masyarakat semakin erat. Ini juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas. (Red)



Tinggalkan Balasan