Dalam kolom komentar, Adris menjelaskan bahwa pasien awalnya menjalani perawatan karena mengeluhkan sakit pada bagian pinggang.

Berdasarkan pemeriksaan USG di RSUD Konawe Selatan, pasien disebut direncanakan mengalami batu ginjal.

Namun setelah dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Kendari, hasil pemeriksaan USG disebut berbeda.

Menurut pengakuan keluarga, fokus penanganan akhirnya bergeser pada kondisi tangan pasien yang mengalami infeksi berat hingga harus menjalani tindakan operasi.

Keluarga juga mengaku pasien kini masih menjalani perawatan di rumah sakit di Kendari.

Keluarga menduga infeksi yang terjadi berkaitan dengan proses pemasangan infus selama pasien dirawat di RSUD Konawe Selatan. Mereka mempertanyakan siapa yang harus bertanggung jawab atas kondisi tersebut.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD Kabupaten Konawe Selatan terkait tudingan yang disampaikan keluarga pasien.

Oleh karena itu, dugaan tersebut masih merupakan klaim dari pihak keluarga dan memerlukan klarifikasi dari pihak rumah sakit serta hasil pemeriksaan medis apabila dilakukan investigasi.

Perdetiknews masih berupaya menghubungi Direktur RSUD Kabupaten Konawe Selatan maupun pihak terkait untuk memperoleh penjelasan mengenai kronologi penanganan pasien, prosedur pemasangan infus, serta langkah yang telah dilakukan rumah sakit terhadap dugaan tersebut.

Apabila pihak rumah sakit memberikan tanggapan, redaksi akan memperbarui berita ini sesuai prinsip keberimbangan dan kode etik jurnalistik. (red)

56 / 100 Skor SEO