Ragam tema tersebut menunjukkan semakin luasnya kontribusi keilmuan UHO dalam menjawab tantangan pembangunan di berbagai sektor.
Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UHO, Prof. Khairul Munadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh profesor yang dikukuhkan.
Ia menegaskan bahwa jabatan guru besar bukan sekadar pencapaian akademik tertinggi, melainkan amanah besar untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Guru besar merupakan puncak karier jabatan fungsional dosen. Saya berharap para guru besar yang dikukuhkan hari ini mampu memberikan aksi nyata dalam memajukan Universitas Halu Oleo sesuai bidang keilmuannya masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, guru besar memiliki peran sebagai academic leader, yakni pemimpin intelektual yang tidak hanya mengandalkan otoritas akademik, tetapi juga keteladanan, integritas ilmiah, kolaborasi, serta kemampuan membangun budaya akademik yang produktif.
Ia juga mendorong para profesor untuk memperkuat penelitian, meningkatkan publikasi ilmiah bereputasi, memperluas pengabdian kepada masyarakat, serta aktif membimbing dosen muda dan mahasiswa dalam mengembangkan riset berkualitas.
Dalam kesempatan itu, Plt Rektor menilai bertambahnya jumlah guru besar akan semakin memperkuat kapasitas kelembagaan Universitas Halu Oleo dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia berharap para guru besar mampu menjadi penggerak lahirnya inovasi, mempercepat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memberikan solusi atas berbagai persoalan pembangunan, khususnya di Sulawesi Tenggara.
Dengan bertambahnya delapan profesor baru tersebut, UHO semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di kawasan timur Indonesia yang terus berkomitmen melahirkan sumber daya manusia unggul, inovatif, dan berdaya saing global.
Editor: Perdetiknews.com



Tinggalkan Balasan