KENDARI, PERDETIKNEWS.COM – Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menorehkan capaian penting dalam penguatan kualitas sumber daya manusia akademik. Sebanyak delapan dosen resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Sidang Terbuka Senat UHO yang digelar pada Rabu, 29 Juli 2026.

Delapan profesor baru tersebut berasal dari lima fakultas, yakni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan, Fakultas Teknik, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Pengukuhan ini menjadi momentum strategis bagi UHO dalam memperkuat kapasitas akademik, meningkatkan kualitas riset, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah maupun nasional.

Adapun delapan guru besar yang dikukuhkan beserta bidang keilmuannya adalah:

  1. Prof. Ir. La Ode Muhammad Yasir Haya, ST., M.Si., Ph.D
    Guru Besar Bidang Eksplorasi dan Pemodelan Ekosistem Pesisir-Kelautan.
  2. Prof. Dr. Drs. Kodirun, M.Pd
    Guru Besar Bidang Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah.
  3. Prof. Dr. Drs. Syamsul Alam, M.Si
    Guru Besar Bidang Administrasi Keuangan Negara/Daerah.
  4. Prof. Dr. H. M. Najib Husain, S.Sos., M.Si
    Guru Besar Bidang Komunikasi Pembangunan.
  5. Prof. Dr. Ir. Hj. Rosmarlinasiah, MP
    Guru Besar Bidang Manajemen Sumber Daya Hutan.
  6. Prof. Dr. Ir. Hj. Nini Hasriyani Aswad, ST., MT
    Guru Besar Bidang Rekayasa Material Konstruksi.
  7. Prof. Dr. Ir. Edward Ngii, ST., MT
    Guru Besar Bidang Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan.
  8. Prof. Dr. Muhammad Rusli, M.Kes
    Guru Besar Bidang Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi.
  9. Dalam prosesi pengukuhan, masing-masing guru besar menyampaikan orasi ilmiah sesuai bidang kepakarannya.

Topik yang diangkat mencakup eksplorasi ekosistem pesisir, pembelajaran matematika, administrasi keuangan daerah, komunikasi pembangunan berbasis big data dan kearifan lokal, pengelolaan lebah madu hutan, teknologi nano untuk kayu jati putih Sulawesi Tenggara, inovasi geopolymer berbahan limbah lokal untuk pembangunan jalan berkelanjutan, hingga metode pembelajaran dalam pendidikan jasmani.

Ragam tema tersebut menunjukkan semakin luasnya kontribusi keilmuan UHO dalam menjawab tantangan pembangunan di berbagai sektor.

Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UHO, Prof. Khairul Munadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh profesor yang dikukuhkan.

Ia menegaskan bahwa jabatan guru besar bukan sekadar pencapaian akademik tertinggi, melainkan amanah besar untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Guru besar merupakan puncak karier jabatan fungsional dosen. Saya berharap para guru besar yang dikukuhkan hari ini mampu memberikan aksi nyata dalam memajukan Universitas Halu Oleo sesuai bidang keilmuannya masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, guru besar memiliki peran sebagai academic leader, yakni pemimpin intelektual yang tidak hanya mengandalkan otoritas akademik, tetapi juga keteladanan, integritas ilmiah, kolaborasi, serta kemampuan membangun budaya akademik yang produktif.

Ia juga mendorong para profesor untuk memperkuat penelitian, meningkatkan publikasi ilmiah bereputasi, memperluas pengabdian kepada masyarakat, serta aktif membimbing dosen muda dan mahasiswa dalam mengembangkan riset berkualitas.

Dalam kesempatan itu, Plt Rektor menilai bertambahnya jumlah guru besar akan semakin memperkuat kapasitas kelembagaan Universitas Halu Oleo dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia berharap para guru besar mampu menjadi penggerak lahirnya inovasi, mempercepat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memberikan solusi atas berbagai persoalan pembangunan, khususnya di Sulawesi Tenggara.

Dengan bertambahnya delapan profesor baru tersebut, UHO semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di kawasan timur Indonesia yang terus berkomitmen melahirkan sumber daya manusia unggul, inovatif, dan berdaya saing global.

Editor: Perdetiknews.com

66 / 100 Skor SEO