Menanggapi sorotan media mengenai potensi bahaya lalu lintas di jalur dua Asinua, PT RSK memastikan telah mengambil langkah proaktif untuk menjamin keamanan di sekitar area operasional.
Amir Yusuf menyebut, perusahaan telah menempatkan petugas pengatur lalu lintas (flagman) di titik-titik rawan, terutama di area pintu keluar masuk batching plant.
“Kami sudah menempatkan flagman di tempat-tempat yang rawan dilalui kendaraan operasional, terutama di area jalur dua batching plant,” tegasnya.
“Bahkan, kami menambah dua personel keamanan (security) untuk secara spesifik bertugas mengatur keluar masuknya kendaraan proyek. Ini adalah komitmen kami untuk mencegah insiden.”
Terkait keluhan warga mengenai polusi udara (debu) dan kebisingan, PT RSK telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi.
“Langkah kami melakukan penyiraman rutin untuk menghilangkan debu yang ditimbulkan oleh aktivitas kendaraan,” kata Amir.
Mengenai kegiatan pada malam hari, perusahaan mengklaim mengedepankan etika berlalu lintas. “Untuk kegiatan malam hari, kami selalu mengedepankan santun dalam berlalu lintas guna mengurangi kebisingan yang ditimbulkan oleh kendaraan operasional kami,” tambahnya.
Amir Yusuf juga menekankan bahwa perusahaan telah melakukan pendekatan sosial sebelum memulai kegiatan.
“Sebelum kami memulai kegiatan ini, kami sudah mengadakan pertemuan dengan Lurah, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat,” ungkapnya.
Sebagai wujud komitmen nyata kepada Kelurahan Asinua, PT RSK memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal.
“Sebelum kami memulai kegiatan ini, kami mengadakan pertemuan dengan lurah, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat. Sebagai komitmen kami untuk Kelurahan Asinua, kami rekrut 90 persen pekerja dari warga Kelurahan Asinua,” tutup Amir Yusuf. (red)



Tinggalkan Balasan