Hikmawati menjelaskan, dinas telah menyampaikan undangan kepada kabupaten/kota untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sebanyak 10 TP PKK kabupaten/kota kemudian berpartisipasi.

“Kami telah bersurat kepada kabupaten/kota untuk mengikuti kegiatan ini dan yang ikut kali ini sebanyak 10 Tim Penggerak PKK dari kabupaten/kota,” ujarnya.

Di bawah tenda biru putih, peserta sibuk menyiapkan bahan serta menata hidangan. Meja-meja perlombaan dipenuhi peralatan memasak, wadah bahan, dan piring sajian.

Menurut Hikmawati, Ketua TP PKK Sultra, Ny. Arinta Andi Sumangerukka, merespons kegiatan tersebut dengan antusias.

Kehadiran dan dukungan Ketua TP PKK diharapkan mendorong para kader menciptakan olahan ikan yang menarik sekaligus memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

“Respons dari Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tenggara sangat antusias sekali karena ini merupakan kegiatan yang memacu para ibu-ibu Tim Penggerak PKK dalam menciptakan aneka produk makanan,” tuturnya.

Ia menekankan, kreativitas pengolahan ikan perlu memperhatikan tampilan dan nilai gizi. Melalui makanan yang menarik dan bergizi, kegiatan ini diharapkan turut mendukung tumbuhnya generasi penerus yang berprestasi.

Kata dia, perlombaan dibagi menjadi tiga kategori, yakni menu keluarga berbahan dasar udang dan tuna, menu kudapan, serta menu snack untuk balita.

Hikmawati menilai peserta menunjukkan kreativitas dalam menyajikan hidangan. Khusus menu balita, tampilan menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian agar anak-anak tertarik mengonsumsi ikan.

“Menu snack untuk balita memang harus dibuat menarik tampilannya biar anak-anak lebih tertarik untuk makan ikan,” ujarnya.

Lebih jauh, Hikmawati menyebut Sulawesi Tenggara menempati peringkat keempat nasional dalam konsumsi ikan. Dalam keterangannya, ia menyebut Papua Barat berada pada peringkat pertama.

“Kita peringkat keempat tingkat nasional, jadi memang tingkat konsumsi ikan di Sulawesi Tenggara termasuk tinggi. Nanti saya share detail jumlahnya,” katanya.

Menurut Hikmawati, ikan masih menjadi sumber protein utama bagi masyarakat Sultra. Ia juga menyinggung keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dapat menghadirkan pilihan sumber protein selain ikan.

Ia menilai keberadaan pilihan tersebut tidak mengurangi konsumsi ikan masyarakat. Penilaian itu ia kaitkan dengan posisi Sultra yang disebut masih berada pada peringkat keempat nasional.

“Ikan masih menjadi sumber protein pertama di Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Hikmawati berharap manfaat lomba tidak hanya dirasakan peserta. Hasil kreasi olahan ikan perlu diperkenalkan kembali melalui TP PKK kabupaten/kota, kemudian diteruskan hingga desa, dasawisma, dan posyandu.

Dengan cara itu, masyarakat dapat mengenal lebih banyak pilihan makanan berbahan ikan dan menerapkannya dalam menu sehari-hari.

“Harapan saya bahwa kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini saja,” kata Hikmawati.

Ia ingin informasi dan kreativitas yang lahir dari perlombaan terus disebarluaskan.

“Tujuannya agar aneka olahan ikan bernilai gizi tinggi dapat terhidang di meja makan keluarga di seluruh pelosok Sulawesi Tenggara,” tukasnya.

 

Editor: Ixan

 

 

66 / 100 Skor SEO