KOLAKA UTARA – Kondisi memprihatinkan masih menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra). Puluhan siswa SD Negeri (SDN) 13 Lasusua hingga kini masih harus mengikuti proses belajar mengajar di ruang kelas beralaskan tanah dengan dinding papan yang berlubang. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kolut mengaku telah mengusulkan percepatan revitalisasi sekolah yang sebelumnya dijadwalkan pada 2027.
Sekolah yang berada di Dusun Tobau, Desa Batu Ganda, Kecamatan Lasusua itu merupakan satu-satunya fasilitas pendidikan dasar bagi masyarakat pegunungan setempat yang dihuni lebih dari 400 jiwa.
Meski telah berstatus sebagai sekolah negeri sejak 2017, kondisi sarana dan prasarana belum mengalami perubahan signifikan. Dari lima ruang belajar yang tersedia, hanya dua ruang kelas yang telah berlantai semen serta satu ruang guru. Sementara tiga ruang kelas lainnya masih beralaskan tanah keras dengan dinding kayu dan kalsiboard yang telah lapuk dan berlubang.
Keterbatasan ruang belajar juga memaksa pihak sekolah menggabungkan siswa kelas I dan kelas II dalam satu ruangan agar proses pembelajaran tetap berlangsung.
“Tidak ada pilihan lain bagi anak-anak di sini. Sekolah ini adalah satu-satunya harapan pendidikan bagi lebih dari 400 jiwa yang tinggal di Dusun Tobau,” ujar salah seorang guru SDN 13 Lasusua, Usman, Jumat (24/7/2026).
Berdasarkan data sekolah, saat ini terdapat 51 siswa yang menempuh pendidikan di SDN 13 Lasusua. Di tengah keterbatasan fasilitas, semangat belajar para siswa tetap tinggi.
Tantangan juga dirasakan para tenaga pendidik. Sebanyak delapan guru dan satu kepala sekolah harus menempuh jalur pegunungan dengan akses jalan setapak yang cukup ekstrem untuk mencapai sekolah.
Saat musim hujan, kondisi jalan menjadi licin dan berbahaya sehingga tidak jarang hanya satu guru yang berhasil tiba di sekolah untuk mengajar seluruh siswa.

Pihak sekolah bersama masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan pembangunan fasilitas sekolah sekaligus memperbaiki akses jalan menuju SDN 13 Lasusua agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka Utara menyatakan SDN 13 Lasusua sebenarnya telah masuk dalam daftar revitalisasi tahun 2027. Namun, pihaknya kini tengah mendorong agar pembangunan dapat dipercepat.
“Saya belum bisa pastikan karena anggaran tahun berjalan sudah berjalan. SDN 13 Lasusua sebenarnya masuk sasaran revitalisasi 2027, namun kami sudah mengajukan usulan percepatan agar tahun ini bisa langsung direalisasikan,” kata Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dikbud Kolaka Utara, Tajudin.
Selain mengusulkan percepatan revitalisasi, Dikbud Kolaka Utara juga telah mengajukan penambahan dua unit ruang kelas baru (RKB) serta satu unit ruang kantor administrasi kepada pemerintah pusat.
Menurut Tajudin, langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas sekolah sekaligus mendukung proses belajar mengajar yang lebih layak.
Tak hanya itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kolaka Utara terkait status lahan sekolah yang berada di kawasan hutan agar tidak menghambat proses pembangunan.
“Saya bersama Kadis sudah berkoordinasi di BPN untuk kejelasan status lahan sekolah, telah dikonfirmasi untuk mendukung kelancaran pembangunan,” jelasnya.
Dengan adanya percepatan revitalisasi dan kejelasan status lahan, pemerintah daerah berharap pembangunan SDN 13 Lasusua dapat segera terlaksana sehingga puluhan anak di pelosok pegunungan Kolaka Utara memperoleh hak atas pendidikan yang layak.
Sumber: Kompas.com




Tinggalkan Balasan