KONAWE UTARA — Komitmen terhadap pelestarian lingkungan hidup dan masa depan bumi harus ditanamkan sejak dini secara konsisten, khususnya kepada generasi muda yang memegang estafet pembangunan.

Menyadari hal tersebut, perusahaan pertambangan PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (AKP) merealisasikan langkah nyata melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “AKP Goes to School” yang diselenggarakan di SMAN 1 Landawe, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. beberapa waktu lalu.

Program Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) yang menyasar pilar pendidikan dan lingkungan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kolektif serta mengedukasi para pelajar di wilayah lingkar tambang mengenai pentingnya tata kelola sampah yang berkelanjutan.

Kampanye hijau ini juga diselaraskan dengan momentum menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) serta gerakan global mengatasi perubahan iklim (#NowForClimate).

Department Head Environment PT AKP, Siswan Lantang, yang turun langsung sebagai pemateri utama, menegaskan bahwa sekolah merupakan ekosistem yang sangat strategis untuk membentuk karakter generasi muda yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

“Kami ingin para siswa di SMAN 1 Landawe tidak hanya melihat sampah sebagai limbah akhir yang dibuang begitu saja. Lebih dari itu, kami mengedukasi mereka bahwa melalui pemilahan dan pengelolaan yang tepat, sampah dapat direduksi, dimanfaatkan kembali, bahkan memiliki nilai guna baru,” ujar Siswan di hadapan ratusan pelajar dan dewan guru SMAN 1 Landawe.

Dalam kegiatan yang berlangsung interaktif ini, tim Environment PT AKP membedah tantangan lingkungan modern, khususnya dampak buruk dari timbunan sampah plastik sekali pakai terhadap kelestarian ekosistem lokal.

Sesi edukasi kemudian dilanjutkan dengan praktik lapangan yang melibatkan para siswa secara aktif.

Dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa sarung tangan, para siswa diajarkan metode pembuatan pupuk kompos dari limbah organik sekolah, seperti sampah dedaunan kering dan sisa makanan.

Cairan aktivator pengurai dituangkan langsung ke dalam wadah komposter sebagai bagian dari transfer pengetahuan praktis yang dapat diterapkan secara mandiri oleh pihak sekolah.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap antusiasme pelajar sekaligus mengampanyekan pengurangan sampah plastik (diet plastik) di lingkungan sekolah, PT AKP turut membagikan fasilitas botol minum (tumbler) eksklusif ramah lingkungan kepada para siswa yang aktif sepanjang sosialisasi.

Guna memastikan program ini berdampak jangka panjang dan berkelanjutan (sustainable), PT AKP menyerahkan bantuan fasilitas tempat sampah pilah terintegrasi kepada pihak manajemen SMAN 1 Landawe.

Bantuan sarana sanitasi ini mengadopsi sistem pemilahan berbasis warna guna mempermudah penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), yang meliputi:

  • Tong Hijau: Dialokasikan khusus untuk sampah kategori organik (sisa makanan dan dedaunan).

  • Tong Kuning: Diperuntukkan bagi sampah kategori residu yang sulit didaur ulang secara alami.

  • Tong Biru: Disediakan khusus untuk menampung limbah kertas, buku, dan kardus kering.

  • Keranjang Modul Besi: Modul jaring khusus yang didesain untuk memisahkan botol plastik dan kaleng bekas agar dapat langsung masuk ke jalur daur ulang.

Melalui sinergi yang kuat antara pihak korporasi, lembaga pendidikan, dan dukungan regulasi dari Kementerian ESDM, program “AKP Goes to School” ini diharapkan mampu melahirkan duta-duta lingkungan muda dari Landawe yang siap menjaga kelestarian alam Sulawesi Tenggara demi mewujudkan kemandirian lingkungan yang bersih dan sehat. (red)

26 / 100 Skor SEO