KENDARI, – Ada satu pengalaman dalam tender jalan provinsi yang membuat proses Punggaluku–Ambesea menarik untuk dicermati Motaha–Alangga.

Pada tender Motaha–Alangga, harga penawaran bukan satu-satunya angka yang menentukan urutan peserta. Dokumen berita acara evaluasi mencatat adanya perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Harga Evaluasi Akhir (HEA).

CV Fajar Berkarya mengajukan harga terkoreksi sekitar Rp11,94 miliar. Sementara CV Cipta Karya mengajukan sekitar Rp12,01 miliar. Secara nominal, penawaran Cipta Karya lebih tinggi.

Namun Cipta Karya tercatat memiliki TKDN 80,94 persen. Setelah preferensi harga diperhitungkan, nilai HEA-nya menjadi sekitar Rp9,58 miliar. Perhitungan tersebut membuat posisi peserta dalam evaluasi berubah.

Mahadir Muhammad menjelaskan, perubahan posisi tersebut bukan karena peserta dengan harga lebih rendah dinyatakan gugur. Fajar Berkarya dan Timu Raya Construction tetap lolos evaluasi, tetapi peringkat akhirnya dipengaruhi mekanisme preferensi harga yang diterapkan dalam evaluasi.