KENDARI, – Ada satu pengalaman dalam tender jalan provinsi yang membuat proses Punggaluku–Ambesea menarik untuk dicermati Motaha–Alangga.
Pada tender Motaha–Alangga, harga penawaran bukan satu-satunya angka yang menentukan urutan peserta. Dokumen berita acara evaluasi mencatat adanya perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Harga Evaluasi Akhir (HEA).
CV Fajar Berkarya mengajukan harga terkoreksi sekitar Rp11,94 miliar. Sementara CV Cipta Karya mengajukan sekitar Rp12,01 miliar. Secara nominal, penawaran Cipta Karya lebih tinggi.
- Perkuat Koperasi Merah Putih, Dinas Koperasi Sultra Siapkan 1.035 Bendahara Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi
- Rusmin Abdul Gani Dorong Penertiban Satgas PKH Berjalan Seiring Perlindungan Ekonomi Masyarakat Sultra
- PT ANI, PT AMI hingga PT AMID Masuk Penyidikan, Kejagung Ungkap Dugaan Korupsi Nikel Sultra
Namun Cipta Karya tercatat memiliki TKDN 80,94 persen. Setelah preferensi harga diperhitungkan, nilai HEA-nya menjadi sekitar Rp9,58 miliar. Perhitungan tersebut membuat posisi peserta dalam evaluasi berubah.
Mahadir Muhammad menjelaskan, perubahan posisi tersebut bukan karena peserta dengan harga lebih rendah dinyatakan gugur. Fajar Berkarya dan Timu Raya Construction tetap lolos evaluasi, tetapi peringkat akhirnya dipengaruhi mekanisme preferensi harga yang diterapkan dalam evaluasi.



Tinggalkan Balasan