Kendari – Program makan bergizi gratis (MBG) di Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menyerap anggaran Rp725,41 miliar hingga 1 Mei 2026. Dalam periode itu, sebanyak 667.305 penerima manfaat tercatat ikut dalam program yang menyasar peserta didik, balita, ibu hamil dan menyusui, hingga tenaga kependidikan.
Data Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sultra menunjukkan program tersebut kini berjalan di seluruh 17 kabupaten dan kota dengan dukungan 273 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kota Kendari kemudian menjadi wilayah dengan jumlah penerima manfaat tertinggi, mencapai lebih dari 102 ribu orang, disusul Kabupaten Konawe dan Muna.
Pelaksanaan MBG juga turut melibatkan sekitar 12.600 tenaga kerja serta dukungan lintas sektor, termasuk TNI dan Polri.
Kepala Kanwil DJPb Sultra, Iman Widhiyanto, mengatakan program itu tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga memberi dampak pada aktivitas ekonomi daerah melalui keterlibatan pelaku usaha lokal dan tenaga kerja.
“MBG tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi daerah lewat keterlibatan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Meski realisasi program terus berjalan, pelaksanaan MBG di Sultra masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Salah satunya berkaitan dengan ketersediaan bahan baku yang harus disesuaikan dengan kebutuhan distribusi di tengah harga pasar yang fluktuatif.
Wilayah kepulauan di Sultra juga menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi layanan karena faktor geografis dan keterbatasan pasokan di beberapa daerah.
Selain itu, aspek kesehatan dan lingkungan turut menjadi perhatian, mulai dari pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga ketersediaan gas dan bahan bakar minyak untuk operasional dapur layanan di luar wilayah perkotaan.

DJPb Sultra juga menyoroti perlunya peningkatan keterlibatan UMKM dan pemanfaatan bahan baku lokal agar perputaran ekonomi dari program tersebut lebih terasa di daerah.
Ke depan, pelaksanaan MBG di Sultra disebut akan difokuskan pada peningkatan kualitas layanan, perluasan jangkauan penerima manfaat, dan penguatan keberlanjutan program.
“Pelaksanaan MBG perlu terus dijaga agar tepat sasaran, efektif, dan pengelolaan keuangannya tetap sesuai ketentuan. Kolaborasi semua pihak penting supaya program ini bisa terus berjalan di tengah berbagai tantangan,” kata Iman.
sumber: kendari.info




Tinggalkan Balasan