KONAWE – Suasana apel pagi di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe mendadak tegang, Senin 6 Juli 2026.

Bupati Konawe Yusran Akbar memberikan teguran keras dan sindiran menohok yang diarahkan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang gemar mengeluh serta mengumbar masalah internal pemerintahankhususnya terkait penundaan Gaji ke-13 ke media sosial.

​Dalam amanatnya di hadapan ratusan pegawai, Bupati menyoroti secara tajam perilaku oknum aparatur yang dinilai tidak bijak karena menggunakan platform digital seperti Facebook untuk memprotes kebijakan anggaran daerah.

​”Maksudnya begini, ada perubahan peraturan yang harus kalian tahu, yang harus saya sampaikan. Bukan kemauan kita. Kita juga didikte, Bapak, Ibu. Kita juga didikte menjalankan amanah ini, perintah, gitu,” tegas Bupati Konawe saat memimpin apel pagi.

Bupati juga mempertanyakan secara serius mengenai kebocoran informasi internal keuangan daerah ke ranah publik, yang dinilai dapat mengganggu kondusifitas dan nama baik daerah.

​”Dan dari mana informasi itu keluar? Dari mana? Kita-kita ini. Kita yang belanja, kita yang cari duit, kalau ada yang keluar informasi dari mana? Dari kita-kita ini. Habis itu baru tahu toh? Tolong dijaga, kita kan dibaca terus ini,” lanjut Bupati dengan nada menyindir.

​Bupati kian blak-blakan saat menguliti mentalitas oknum ASN yang kerap menjadikan media sosial sebagai tempat menumpahkan kekesalan.

Ia menyebut bahwa pegawai yang paling vokal mengeluh di dunia maya biasanya adalah mereka yang paling minim kontribusi nyata dalam melayani masyarakat.

​”Biasanya itu, orang yang paling kuat mengeluh itu, orang paling malas kerja! Biasanya. Tapi kalau yang diam, pasti itu yang benar-benar bekerja, dan kita tahu dia. Maksud saya, itu ada hukumnya itu. Saya kira Bapak-Bapak Ibu yang senior tahu biasanya,” cetus Bupati.

​Para abdi negara ini pun diminta untuk kembali memupuk rasa syukur dan melihat realita sosial di masyarakat, di mana jutaan rakyat kecil masih kesulitan mencari lapangan pekerjaan.

Mengingat dari total 265 juta jiwa warga negara Indonesia, hanya sekitar 4,1 juta orang yang beruntung bisa lolos menjadi PNS.

​”Buat apa isi status keluhannya, ‘Oh, kapan dibayar gaji 13?’ Allahu Akbar, ya. Kayak orang yang… hmm, ya Allah. Kita harus bersyukur, artinya…” sesal Bupati melihat sikap oknum pegawainya.

​Di tengah riak-riak keluhan pegawai mengenai hak keuangan, Bupati menegaskan bahwa manajemen anggaran daerah saat ini tengah diprioritaskan untuk membiayai agenda-agenda besar dan strategis yang membawa dampak positif bagi kemajuan Kabupaten Konawe di tingkat regional.

​”Bulan Oktober kita siap jadi tuan rumah Diklat Wilayah III Keuangan. Wah, ini bagus sekali di sini, karena semua nanti hadir di Konawe,” beber Bupati menjelaskan orientasi kebijakan anggaran daerah saat ini.

​Oleh karena itu, di akhir amanatnya, Bupati menginstruksikan jajaran asisten daerah beserta Kepala BPKAD Konawe untuk bergerak cepat merapikan seluruh administrasi keuangan secara sah dan profesional, tanpa harus terganggu oleh kegaduhan tak penting di media sosial.

​”Itu jangan sebut-sebut lagi ini, dihadapi, dikerjakan. Kita ingin kita punya daerah tenang, gitu,” pungkas Bupati Konawe menutup arahannya.

(det/San)

14 / 100 Skor SEO