“Saya bersaksi bahwa dari hidup berorganisasi dan bersosialisasi ini, saya banyak mendapat berkah. Secara pribadi, saya yang tadinya tidak memiliki banyak keluarga di Sultra ini, kini, dengan berorganisasi di KKW, saya memiliki keluarga besar,” ungkap Prof. Khaeruni.
Ia menegaskan hakikat organisasi ini dengan prinsip spiritual dan budaya. “Inilah hakikat dari KKW: silaturahmi adalah nyawa, dan ukhuwah islamiyah adalah ruh kita.”
Prinsip ini diperkuat oleh tema Muswil, “Menjaga Kerukunan dan Persaudaraan dalam Bingkai Kekeluargaan”, yang mengacu pada filosofi luhur Bugis, ‘mali siparappe, rebba sipatokkong malulu sipakaingge’, yang berarti saling menopang dan mengingatkan.
Prof. Khaeruni juga menyampaikan refleksi atas kinerja kepengurusan sebelumnya, mengakui adanya tantangan dalam menunaikan amanah. “
Prof. Khaeruni menyampaikan refleksi kinerja dan membuka diri terhadap kritik konstruktif. “Dengan segala kerendahan hati, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami menyadari sepenuhnya bahwa mungkin banyak tanggung jawab dan amanah yang diemban belum dapat kami laksanakan secara paripurna karena keterbatasan waktu,” katanya.
Penetapan kembali Prof. Khaeruni secara aklamasi diharapkan dapat menjamin kesinambungan program kerja dan penguatan solidaritas internal organisasi dalam lima tahun masa bakti mendatang. (red)



Tinggalkan Balasan