Makanan yang dikonsumsi para santri diketahui berasal dari SPPG Watubangga di Jalan Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Watubangga.

Polisi kini menelusuri proses penyediaan makanan tersebut, mulai dari pengolahan, pengemasan hingga pendistribusiannya kepada para penerima manfaat.

Informasi lain menyebutkan menu yang dibagikan antara lain nasi putih, ikan tuna balado, tumis kol wortel, oseng tahu dan buah kelengkeng. Dugaan masalah mulai muncul setelah salah satu petugas yang mencicipi makanan dilaporkan mengalami gatal pada bagian bibir.

Namun, polisi belum menyimpulkan bahwa makanan tersebut merupakan penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan para santri. Sampel makanan masih diperiksa di laboratorium.

Perkembangan kondisi para santri juga mulai membaik. Berdasarkan laporan terbaru, lima santri masih menjalani perawatan dan observasi karena masih mengeluhkan pusing.

Kasus ini kini menjadi perhatian karena menyangkut pelaksanaan program MBG sekaligus aspek keamanan pangan bagi para penerima manfaat.

Hasil pemeriksaan Labfor nantinya menjadi bagian penting untuk menjawab pertanyaan utama dalam kasus tersebut: apakah keluhan yang dialami puluhan santri benar-benar berkaitan dengan makanan MBG yang mereka konsumsi, atau terdapat faktor lain yang perlu ditelusuri.

Polresta Kendari memastikan penyelidikan masih berjalan. Pihak sekolah, SPPG, serta pihak-pihak yang terlibat dalam rantai penyediaan makanan akan dimintai keterangan untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut.

 

Editor: Ixan

10 / 100 Skor SEO