Teriakan itu mengundang perhatian La Tadi, warga yang kemudian datang membawa parang. Tanpa ragu, La Tadi segera memotong tubuh predator tersebut. Namun, upaya heroik itu berakhir tragis. Saat lilitan piton berhasil dilepaskan dari tubuh korban, La Dusu sudah tidak bernyawa. Ia diduga meninggal dunia akibat kuatnya cekikan sang predator.
“Warga lain datang dan memotong ular untuk menyelamatkan korban, tetapi saat dicek korban sudah meninggal dunia,” tambah Ipda Kardi.
Setelah piton berhasil dilumpuhkan, warga segera mengevakuasi jenazah korban. Dengan menggunakan kayu dan sarung, jenazah La Dusu dibopong menuju rumah duka di Lingkungan Mokolona.
“Jenazah korban langsung dimakamkan pada hari yang sama,” pungkas Ipda Kardi. (red)



Tinggalkan Balasan