Dalam forum tersebut, seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmen untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat implementasi program Reforma Agraria di Kabupaten Bombana. Langkah bersama ini diharapkan mampu menciptakan kepastian hukum atas kepemilikan tanah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat penerima manfaat.
Pemerintah Kabupaten Bombana menilai keberhasilan Reforma Agraria akan ditentukan oleh kerja sama seluruh pihak. Karena itu, Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) diharapkan menjadi wadah koordinasi yang mampu memastikan pengelolaan TORA berjalan tepat sasaran, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan dimulainya koordinasi awal ini, Bombana menargetkan pelaksanaan Reforma Agraria tidak hanya menghasilkan kepastian hak atas tanah, tetapi juga menjadi instrumen untuk mengurangi ketimpangan penguasaan lahan, memperkuat ekonomi masyarakat, dan mendukung terwujudnya visi Bombana Sejahtera. (red)



Tinggalkan Balasan