“Kami ingin memastikan bahwa pembersihan dilakukan secara serentak dan terorganisir. Ini adalah tanggung jawab bersama yang harus dituntaskan demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih,” katanya.
Upaya di Poasia melibatkan tujuh unit truk pengangkut sampah dan satu unit ekskavator yang telah bekerja sejak sore hari sebelumnya, dilanjutkan hingga pagi ini.
Penanganan intensif ini menjadi langkah konkret Pemkot Kendari dalam meredam krisis sampah yang kian mencuat.
Menurut Parinringi, desentralisasi pengelolaan sampah akan diserahkan ke kecamatan. Armada dan truk sampah akan ditempatkan di kecamatan, diharapkan dapat mengurangi debit sampah yang menumpuk di berbagai sudut kota.
“Dengan pengelolaan yang lebih terdesentralisasi, respons penanganan bisa lebih cepat dan efektif,” katanya.
Pj Wali Kota Kendari itu juga menyatakan komitmennya untuk mengembalikan citra Kendari sebagai kota bersih seperti beberapa tahun lalu.
Dia berharap upaya ini dapat memotivasi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Kendari pernah menjadi kota bersih yang membanggakan. Kami ingin mengembalikan kebanggaan itu dengan kerja sama semua pihak, dari pemerintah hingga masyarakat,” ujarnya penuh optimisme.
Ikut serta dalam rombongan, Pj Sekda Kota Kendari dr. Sukirman, Asisten I Kota Kendari, Kepala Dinas BKPSDM, Sekretaris Dinas Kominfo, serta Kabid Kebersihan. Kehadiran sejumlah pejabat ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah sampah yang terus menjadi tantangan besar bagi Kota Kendari.
Dengan strategi baru, aksi pembersihan serentak, dan tekad kuat, Pemkot Kendari optimistis dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi warganya.
Tujuan akhirnya, Kendari kembali menjadi kota yang tak hanya bersih, tetapi juga layak huni dan membanggakan. (Red)



Tinggalkan Balasan