“Setelah memahami, mereka akan ikut mengawal pelaksanaan program strategis pemerintah Presiden Prabowo,” imbuhnya.
Di panggung yang sama, pesan mendalam disampaikan oleh Gubernur Sultra sekaligus Ketua Dewan Penasihat DPD Gerindra Sultra, Andi Sumangerukka. Di hadapan ratusan pasang mata yang menyimak, ia mengingatkan agar wawasan kebangsaan tidak hanya berhenti menjadi hafalan slogan di atas kertas, melainkan harus mengejawantah dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.
“Persatuan dan kesatuan bangsa harus menjadi landasan dalam mengambil keputusan, menjalankan tanggung jawab, serta menyikapi berbagai persoalan sosial dan pembangunan,” tegas Sumangerukka.
Gubernur juga menyoroti pentingnya jiwa nasionalisme yang membumi, salah satunya melalui kebiasaan mencintai dan menggunakan produk dalam negeri. Langkah sederhana ini dipandang menjadi tameng kokoh untuk menopang perekonomian petani, nelayan, serta pelaku UMKM lokal dari ancaman gejolak perekonomian global.
Selain isu ekonomi kerakyatan, tantangan besar pengelolaan sumber daya alam di Sultra tak luput dari perhatiannya. Melimpahnya kekayaan alam Bumi Anoa, tegasnya, wajib diimbangi dengan tata kelola anggaran yang tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan hingga ke ceruk terluar masyarakat.
Harapan akan dampak jangka panjang dari pendidikan kader ini turut digemakan oleh peserta di tingkat daerah. Bendahara DPC Gerindra Konawe Utara yang juga anggota DPRD Konawe Utara, Samir, menilai gemblengan ini sebagai nutrisi penting bagi anggota di lapangan.
“Setiap kader harus memahami nilai-nilai perjuangan partai, aturan organisasi, serta tugas dan tanggung jawab yang melekat pada keanggotaannya. Kader Laskar Gerindra harus memiliki kedisiplinan, memahami nilai-nilai perjuangan partai, serta siap menjalankan tugas organisasi sesuai aturan dan arahan partai,” tegas Samir.
Ketika seremoni diklat berakhir dan para peserta kembali ke daerah masing-masing, jejak penggemblengan di Kendari itu ditinggalkan sebagai modal sosial. Kerja sama dan kesamaan gerak antarkader dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota kini diuji—apakah nilai-nilai yang dipelajari selama tiga hari mampu dihidupkan dalam keseharian organisasi demi masyarakat Sulawesi Tenggara.
Penulis: Ixan



Tinggalkan Balasan