MOROSI, – Salon kecantikan Melan Salon akhirnya buka suara menanggapi isu kekecewaan pelanggan yang meluas di media sosial, terutama terkait kabar bohong mengenai kerusakan rambut.
Pemilik (Owner) Melan Salon, Syaidul Bachry, membantah tegas klaim kerusakan rambut dan mengarahkan fokus pada dugaan adanya oknum yang sengaja memprovokasi dan memperkeruh situasi di ranah publik.
Bachry menjelaskan bahwa keluhan yang muncul adalah soal ketidakrataan warna rambut, bukan kerusakan struktural. Ia menegaskan, ketidakrataan tersebut merupakan konsekuensi langsung dari keputusan pelanggan.
“Kami tegaskan, ini bukan masalah rambut rusak. Rambut klien masih kuat dan sehat. Masalahnya adalah warna yang tidak rata, dan itu terjadi karena klien sendiri yang meminta proses bleaching dihentikan setelah sesi pertama,” ujar Syaidul Bachry kepada awak media Selasa 14 Oktober 2025.
Lebih lanjut, Bachry menerangkan bahwa awalnya salon merencanakan dua kali proses bleaching untuk mencapai level warna yang diinginkan (level 8 atau 9).



Tinggalkan Balasan