BINONGKO – Pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), terus diperkuat melalui program Kompak Setara yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Sebanyak 40 peserta dari Forum Anak dan kelompok perempuan di Kecamatan Togo Binongko mengikuti pelatihan yang digelar pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan kekerasan berbasis gender serta perlindungan hak perempuan dan anak.

Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh tim pengabdian masyarakat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) bersama Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial Universitas Indonesia (DPIS UI), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Wakatobi, serta pemerintah Kecamatan Togo Binongko.

Program bertajuk Kompak Setara: Komunitas Bergerak Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Perempuan ini dipimpin Reni Kartikawati, S.Sos., M.Krim., bersama Dr. Diana Teresa Pakasi, M.Si. Materi disampaikan melalui diskusi dan kerja kelompok yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta dari kalangan remaja maupun kelompok perempuan.

Adapun materi pelatihan meliputi pemahaman peran gender, kekerasan berbasis gender, hak perempuan dan anak, hubungan yang sehat, pencegahan perkawinan anak, hingga akses terhadap layanan perlindungan bagi korban kekerasan.

Ketua tim pengabdian, Reni Kartikawati, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan peserta, tetapi juga mendorong mereka mengenali potensi kekerasan dan melakukan pencegahan di lingkungan masing-masing.

“Kami ingin peserta tidak hanya mengenali berbagai bentuk kekerasan, tetapi juga memahami cara mencegahnya dan mengetahui ke mana harus mencari bantuan. Melalui penguatan peran pengasuhan dan relasi yang sehat tanpa kekerasan, kami berharap peserta turut membangun lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak,” tutur Reni.

Kepala DP3A Wakatobi, Arifin, S.Pd., M.M., yang membuka kegiatan mewakili Bupati Wakatobi, menyampaikan apresiasi kepada Universitas Indonesia atas pelaksanaan program pengabdian masyarakat tersebut. Ia menilai, kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah berperan penting dalam memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi, kami berterima kasih dan mengapresiasi DPIS Universitas Indonesia yang telah menjadikan Wakatobi sebagai salah satu sasaran kegiatan pengabdiannya. Kolaborasi ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujar Arifin.

Ia menegaskan, Kompak Setara harus menjadi gerakan bersama yang mendorong masyarakat lebih peduli dan berani bertindak ketika menghadapi kasus kekerasan. Menurutnya, upaya perlindungan dapat dimulai dari lingkungan keluarga sebelum diperluas ke masyarakat.

“Perubahan besar itu dimulai dari satu rumah. Dari seorang ibu yang mendidik anak laki-lakinya untuk menghormati perempuan, mengajarkan anak perempuannya bahwa dirinya berharga, hingga tetangga yang tidak menutup mata ketika melihat kekerasan. Kita jaga perempuan, kita lindungi anak, dan kita bangun keluarga yang aman,” tegasnya.

Arifin berharap peserta pelatihan dapat menjadi penggerak perlindungan perempuan dan anak di lingkungannya. Forum Anak diharapkan semakin berani menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan haknya, sedangkan kelompok perempuan diharapkan memahami hak serta mengetahui akses terhadap layanan perlindungan yang tersedia.

Dukungan serupa disampaikan Camat Togo Binongko. Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi berlanjut melalui kerja sama dengan DPIS Universitas Indonesia dan berbagai pihak terkait.

“Kami berharap pelatihan ini memperkuat kepedulian dan keterlibatan Forum Anak, kelompok perempuan, serta warga masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak,” ujarnya.

Selain meningkatkan pemahaman masyarakat, program Kompak Setara juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi layanan dan mekanisme rujukan dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya di Kecamatan Togo Binongko.

Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan perguruan tinggi diharapkan mampu membangun sistem perlindungan yang lebih terkoordinasi dan berkelanjutan. Dengan demikian, pencegahan kekerasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi juga berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat.

Melalui program ini, Wakatobi diharapkan semakin mampu mewujudkan lingkungan yang aman, setar

maa, dan bebas dari kekerasan bagi perempuan dan anak.