SURABAYA, — Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Andi Jumawi, menilai pemberitaan mengenai jerat pidana Direktur Utama PT Bone Sulawesi Prima (BSP), Igo Heryanto, sudah memenuhi kaidah jurnalistik, khususnya dalam konteks berita interpretatif atau semi feature.

Igo Heryanto yang merupakan pihak pemenang sengketa perdata, kini ditetapkan sebagai tersangka penipuan dan penggelapan oleh Polrestabes Surabaya, memicu sorotan tajam mengenai dugaan kriminalisasi sengketa bisnis.

Andi Jumawi berpendapat, struktur dan kedalaman penyajian data dalam artikel tersebut telah memenuhi standar.

“Dari aspek pemberitaan, artikel ini sudah sesuai kaidah jurnalistik. Fakta mengenai putusan perdata yang menolak gugatan (wanprestasi) PT BSM dan fakta adanya laporan pidana baru yang menetapkan Igo sebagai tersangka disajikan secara berimbang,” ujar Andi Jumawi, Kamis (23/10/2025).

Menurutnya, model penyajian berita yang mengaitkan ironi hukum dan mencantumkan pandangan kuasa hukum Igo yang menyebut adanya upaya “memaksakan sengketa perdata ke ranah pidana,” adalah ciri khas artikel interpretatif (semi feature).