“Keselamatan tidak bisa dibangun secara parsial. Diperlukan sinergi yang kuat, sistem yang terintegrasi, serta komitmen bersama untuk membangun budaya safety yang berkelanjutan,” kata Awaluddin.
Ia menjelaskan kolaborasi dilakukan melalui pengawasan preventif, pelatihan penanganan gawat darurat (PPGD), peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan data manifest penumpang untuk mempercepat layanan santunan.
Menurutnya, penggunaan data manifest penumpang menjadi langkah penting dalam meningkatkan akurasi perlindungan dan optimalisasi layanan asuransi kecelakaan.
“Dengan dukungan data yang akurat dan real time, proses pelayanan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan transparan,” ujarnya.
Selain itu, sinergi kedua pihak juga mencakup penguatan budaya keselamatan berbasis ekosistem serta peningkatan mitigasi risiko kecelakaan di sektor transportasi publik.
Sebagai bagian dari ekosistem BUMN, kolaborasi ini diharapkan memperkuat peran transportasi publik sebagai tulang punggung mobilitas nasional serta menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Teknik & Fasilitas DAMRI Arifin menyampaikan apresiasi atas dukungan Jasa Raharja dan berharap kerja sama dapat diperkuat melalui program kesehatan pengemudi.
Menurutnya, kondisi kesehatan pengemudi menjadi faktor penting dalam menjamin keselamatan perjalanan penumpang.
“Kami berharap dukungan melalui program pemeriksaan kesehatan pengemudi secara berkala dapat menjaga kesiapan fisik pengemudi sehingga keselamatan perjalanan tetap terjamin,” kata Arifin.
Melalui kunjungan ini, Jasa Raharja menegaskan komitmennya mendukung sistem transportasi nasional yang berkeselamatan, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan publik. (red)



Tinggalkan Balasan