“Kami menyadari, dalam perjalanan ini mungkin ada kata atau tindakan yang kurang berkenan. Kami, ASR-Hugua, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ujar Andi Sumangerukka, diiringi tepuk tangan hadirin.
Gestur ini menunjukkan sikap kedewasaan politik yang jarang ditemui dalam kontestasi Pilgub. ASR-Hugua menegaskan, meskipun berbeda pilihan, semua pasangan calon adalah putra-putri terbaik Sultra yang memiliki niat tulus untuk membangun daerah.
“Kita harus melihat mandat masyarakat sebagai amanah. Siapa pun nanti yang terpilih, mari kita dukung bersama demi kemajuan Sulawesi Tenggara. Kita tetap bersama dan bersaudara,” tegas Hugua.
Komitmen untuk Rakyat
Penutupan kampanye ASR-Hugua tidak hanya berbicara soal persatuan, tetapi juga mempertegas komitmen mereka untuk mengelola kekayaan Sultra secara adil dan transparan. Sebelumnya, mereka telah menjabarkan rencana strategis di berbagai bidang, mulai dari hilirisasi sumber daya alam hingga pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
“Semua kekayaan Sulawesi Tenggara harus dikelola untuk kesejahteraan seluruh masyarakat, tanpa terkecuali,” ujar Andi Sumangerukka dalam beberapa kesempatan sebelumnya.
Dengan gaya komunikasi yang hangat dan penuh empati, ASR-Hugua berhasil mencuri perhatian publik. Langkah mereka untuk menutup kampanye dengan pesan perdamaian dan persaudaraan mengukuhkan posisi mereka sebagai pasangan calon yang tidak hanya kompeten, tetapi juga rendah hati.
Kini, masyarakat Sulawesi Tenggara diharapkan dapat menggunakan hak pilihnya secara bijak, demi masa depan daerah yang lebih baik. (Ixan Bombom)



Tinggalkan Balasan