KENDARI – Kinerja impresif ditunjukkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sultra dalam mengelola sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Memasuki pertengahan tahun, realisasi penerimaan pajak daerah dilaporkan menunjukkan progres yang sangat positif dan terukur, yakni berhasil menyentuh angka 57% pada semester pertama.
Capaian ini menjadi bukti nyata efektivitas strategi jemput bola serta transparansi tata kelola keuangan yang diterapkan pemerintah di bawah komando Plt. Kepala Bapenda Sultra, La Ode Mahbub.
Rapor hijau ini juga tidak lepas dari atensi besar serta arahan tegas Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, yang terus menekankan pentingnya optimalisasi PAD demi kemandirian fiskal daerah.
Dengan capaian ini, target total penerimaan sebesar Rp 711 miliar hingga akhir tahun optimistis dapat diselesaikan dengan aman.
Tingginya angka capaian ini didorong oleh performa maksimal dari sektor-sektor andalan daerah, sejalan dengan garis kebijakan yang digariskan oleh Gubernur Andi Sumangerukka agar seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bekerja produktif dan inovatif.
Salah satunya dibuktikan oleh sektor Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang berhasil mencatatkan realisasi kuat hingga 63%.
Tidak hanya itu, komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan potensi sekunder juga membuahkan hasil luar biasa pada Pajak Air Permukaan (PAP).

Sektor ini mencatatkan lonjakan tajam melampaui target awal, dengan realisasi menembus angka Rp 11 miliar atau setara dengan 121%.
Keberhasilan over-target ini menunjukkan bahwa Bapenda Sultra jeli dalam mengeksekusi atensi Gubernur untuk mengamankan setiap potensi pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat luas.
Sikap profesional dan pro-rakyat juga ditunjukkan pemerintah dengan bersikap transparan mengenai sektor yang masih memerlukan akselerasi.
Kebijakan pembatasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari pemerintah pusat diakui sempat memengaruhi serapan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) daerah yang baru mencapai 32%.
Menyikapi hal tersebut, Bapenda Sultra langsung bergerak cepat menjalankan instruksi Gubernur Andi Sumangerukka agar setiap kendala diselesaikan melalui kolaborasi lintas sektor.
Bapenda Sultra segera melakukan koordinasi bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) demi merumuskan solusi strategis pemulihan performa MBLB di semester kedua.
Langkah taktis ini menegaskan komitmen kerja cepat dan tanggap yang menjadi motor penggerak birokrasi Sultra saat ini.
Melalui pengelolaan PAD yang akuntabel ini, Pemerintah Provinsi Sultra memastikan bahwa setiap rupiah pajak yang dibayarkan oleh masyarakat akan langsung dikonversi menjadi program-program kerja nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan publik, sebagaimana visi besar yang selalu digaungkan oleh Gubernur.
Plt. Kepala Bapenda Sultra, La Ode Mahbub, menegaskan bahwa seluruh penerimaan daerah ini didedikasikan penuh untuk membiayai pembangunan infrastruktur, fasilitas kesehatan, pendidikan, serta berbagai pelayanan publik lainnya di bumi Sulawesi Tenggara.
”Pajak ini dipergunakan sepenuhnya untuk kemaslahatan masyarakat Sulawesi Tenggara,” tegas Mahbub.
Dengan pencapaian paruh tahun yang solid ini, masyarakat dapat melihat langsung komitmen nyata Pemerintah Provinsi Sultra di bawah kepemimpinan Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka dalam mengawal stabilitas ekonomi daerah.
Sinergi yang kuat antara kesadaran wajib pajak warga dan transparansi eksekusi oleh Bapenda Sultra menjadi pondasi utama guna menyongsong Sultra yang lebih maju, mandiri, Aman Sejahtera dan Religius. (red)




Tinggalkan Balasan