Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an mengajarkan langkah-langkah preventif agar manusia terhindar dari berbagai bentuk penyimpangan. Di antaranya perjudian, minuman keras (khamar), dan perilaku menyimpang lainnya yang dinilai lebih banyak membawa mudarat daripada manfaat.
“Allah telah mengingatkan bahwa bahaya dari perbuatan-perbuatan tersebut jauh lebih besar daripada manfaatnya. Karena itu, pencegahan melalui pendidikan, pembinaan, dan sosialisasi kepada masyarakat menjadi sangat penting,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa perjudian, khamar, dan berbagai penyakit masyarakat tidak hanya merusak hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga memicu konflik dalam kehidupan sosial.
“Ketika seseorang sudah dikuasai judi atau khamar, setan akan menanamkan kebencian dan permusuhan di antara sesama. Bahkan persoalan kecil dapat memicu konflik dengan orang tua, saudara, maupun lingkungan sekitar. Selain itu, kecanduan terhadap perbuatan tersebut akan menjauhkan seseorang dari mengingat Allah,” tuturnya.
Melalui kegiatan Binrohtal yang dilaksanakan secara rutin, Polda Sulawesi Tenggara terus memperkuat pembinaan mental dan spiritual seluruh personel.
Pembinaan ini diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk anggota Polri yang berintegritas, profesional, humanis, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan berlandaskan nilai-nilai moral dan keagamaan. (red)



Tinggalkan Balasan