KENDARI, perdetiknews.com – Gelombang unjuk rasa berskala besar memadati sejumlah instansi strategis di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara.
Aliansi Bumi Hijau Nusantara menggelar aksi demonstrasi secara maraton di Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra, Kantor Gubernur Sultra, serta Gedung DPRD Sultra, Rabu (10/6/2026).
Aksi turun ke jalan ini dipicu oleh mosi protes atas dugaan pengabaian dan belum dipenuhinya kewajiban korporasi oleh PT Rohul Energi Indonesia terhadap Masyarakat Adat Wonua Lengora, sebagaimana kesepakatan tertulis bersama yang telah diteken sejak tahun 2016 silam.
Koordinator lapangan aksi, Ahmad Zainul, menegaskan bahwa Masyarakat Adat Wonua Lengora merupakan bagian integral dari bangsa Indonesia yang dilindungi hak konstitusionalnya oleh negara untuk memperoleh kepastian hukum, perlakuan adil, serta penghormatan terhadap hak tradisional turun-temurun.
Sesuai landasan Pasal 28D ayat (1) dan Pasal 28H ayat (4) UUD 1945, hak milik pribadi dan adat tidak boleh dirampas atau diambil alih secara sewenang-wenang oleh korporasi pertambangan.



Tinggalkan Balasan