Plh. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, M. Habibullah, dalam rakor tersebut mengungkapkan bahwa pada pekan ketiga Februari 2025, delapan provinsi di Indonesia mengalami kenaikan IPH. Selain Sulawesi Tenggara, daerah lain yang terdampak adalah Papua Selatan, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Papua Barat, dan Sumatera Barat.

“Komoditas yang paling berpengaruh dalam kenaikan ini adalah cabai merah, cabai rawit, dan beras. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus mengambil langkah konkret untuk memastikan pasokan tetap stabil,” kata Habibullah.

Menanggapi hal tersebut, Pemprov Sultra berkomitmen memperkuat koordinasi dengan pelaku usaha dan distributor bahan pokok agar pasokan tetap tersedia di pasar. Selain itu, upaya mempercepat distribusi hasil pertanian dari daerah produksi ke pasar perkotaan akan menjadi prioritas.

“Kami juga mendorong percepatan panen cabai dan padi agar pasokan meningkat. Ini diharapkan bisa menekan kenaikan harga dalam waktu dekat,” ujar Asrun Lio.

Dengan langkah-langkah ini, Pemprov Sultra berharap inflasi di daerah tetap terkendali dan daya beli masyarakat tidak terganggu, terutama menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri. (**)