KENDARI,– Menteri Dalam Negeri (Mendagri) H. Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan seluruh kepala daerah se-Indonesia untuk mencontoh langkah konkret yang dilakukan Pemerintah Kota Kendari. Mendagri memberikan apresiasi khusus atas intensitas Gerakan Pangan Murah (GPM) yang telah digelar di Kendari sebanyak 46 kali.

Apresiasi ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara virtual, Selasa (2/9/2025). GPM dinilai efektif sebagai upaya menstabilkan harga pangan dan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Wali Kota Kendari, Hj. Siska Karina Imran, menyatakan pihaknya termotivasi dengan pengakuan dari pemerintah pusat ini. “Kami termotivasi dengan apresiasi dari pemerintah pusat untuk terus menggelar Gerakan Pangan Murah demi membantu masyarakat Kendari mendapatkan pangan dengan harga terjangkau,” ujarnya.

IKLAN BARIS PERDETIKNEWSIKLAN
R2000 GARAGE Rawat Mobilmu, Nikmati Perjalanannya
Jasa

R2000 GARAGE Rawat Mobilmu, Nikmati Perjalanannya

Perawatan mobil dengan layanan profesional dan teknologi diagnostik modern.

Diagnosa Akurat
Teknologi Canggih
Layanan Profesional
Performa Optimal

Tersedia berbagai layanan perawatan dan pemeriksaan kendaraan.

R2000 CareFree Sunday
Treat Your Car, Enjoy Your Sunday.

Informasi layanan dan harga dapat ditanyakan langsung.

📍 Jl. Brigjen Katamso No. 3, Baruga, Kendari
📲 Hubungi Pemasang
ANEKA KUKUSAN
Umum

ANEKA KUKUSAN

Nikmati aneka kukusan dengan harga mulai Rp2.000.

🌽 Jagung — Rp2.000
🥔 Kentang — Rp3.000
🥚 Telur Rebus — Rp3.000
🍠 Ubi Oranye — Rp2.000
🍠 Ubi Ungu — Rp2.000
🍌 Pisang Rebus — Rp2.000
🍠 Ubi Kayu — Rp2.000
🍠 Talas — Rp2.000

Murah • Sehat • Lezat • Bergizi

📍 Depan RSUD Bahteramas
📲 Hubungi Pemasang

Mendagri menekankan pentingnya langkah-langkah pengendalian inflasi, terutama di daerah-daerah yang masih mencatat angka tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi nasional per Agustus 2025 tercatat 2,31%, namun beberapa komoditas seperti bawang merah dan beras masih menjadi penyumbang utama inflasi.

Dalam rapat tersebut, Bulog juga melaporkan stok beras nasional yang mencapai 3,93 juta ton. Meskipun demikian, realisasi penyaluran beras subsidi (Sphp) masih rendah, baru mencapai 20,53% dari target 1,5 juta ton. **

60 / 100 Skor SEO