KENDARI – Pemerintah Kota Kendari terus mendorong keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjaga kebersihan sekaligus mengubah sampah anorganik menjadi sumber nilai ekonomi.

Gerakan tersebut kembali dilakukan melalui kegiatan kurve dan pengumpulan sampah anorganik di lingkungan Kantor Balai Kota Kendari, Jumat pagi (28/8/2026).

Kegiatan dipimpin Sekretaris Daerah Kota Kendari Amir Hasan dan diikuti ASN lingkup Kantor Balai Kota Kendari. Selain membersihkan lingkungan kantor, para pegawai juga membawa, memilah, serta menyerahkan sampah anorganik kepada petugas Bank Sampah.

IKLAN BARIS PERDETIKNEWSIKLAN
R2000 GARAGE Rawat Mobilmu, Nikmati Perjalanannya
Jasa

R2000 GARAGE Rawat Mobilmu, Nikmati Perjalanannya

Perawatan mobil dengan layanan profesional dan teknologi diagnostik modern.

Diagnosa Akurat
Teknologi Canggih
Layanan Profesional
Performa Optimal

Tersedia berbagai layanan perawatan dan pemeriksaan kendaraan.

R2000 CareFree Sunday
Treat Your Car, Enjoy Your Sunday.

Informasi layanan dan harga dapat ditanyakan langsung.

📍 Jl. Brigjen Katamso No. 3, Baruga, Kendari
📲 Hubungi Pemasang
ANEKA KUKUSAN
Umum

ANEKA KUKUSAN

Nikmati aneka kukusan dengan harga mulai Rp2.000.

🌽 Jagung — Rp2.000
🥔 Kentang — Rp3.000
🥚 Telur Rebus — Rp3.000
🍠 Ubi Oranye — Rp2.000
🍠 Ubi Ungu — Rp2.000
🍌 Pisang Rebus — Rp2.000
🍠 Ubi Kayu — Rp2.000
🍠 Talas — Rp2.000

Murah • Sehat • Lezat • Bergizi

📍 Depan RSUD Bahteramas
📲 Hubungi Pemasang

Gerakan tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Wali Kota Kendari tentang Gerakan ASN Membawa, Memilah dan Menyerahkan Sampah Anorganik. Melalui instruksi itu, ASN diwajibkan menyerahkan sampah anorganik setiap Jumat pada jam kerja.

Amir Hasan mengatakan gerakan tersebut telah memasuki hari kedua setelah dilakukan evaluasi. Ia berharap seluruh ASN dapat menjalankannya secara konsisten sehingga memberikan dampak nyata terhadap kebersihan Kota Kendari.

“Alhamdulillah, hari ini hari kedua setelah kita evaluasi. Kita wajibkan seluruh pegawai untuk mengumpulkan sampah, khususnya plastik. Karena ini memiliki nilai tinggi,” kata Amir.

Menurutnya, gerakan tersebut memiliki potensi besar jika dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh ASN Pemkot Kendari.

Amir memperkirakan terdapat sekitar 7.000 hingga 10.000 pegawai yang dapat terlibat dalam gerakan pengumpulan sampah tersebut.

“Kami yakin dan optimis, dengan 7.000 sampai 10.000 pegawai yang mengumpulkan sampah setiap hari, Kota Kendari betul-betul pasti bersih,” ujarnya.

Keberadaan Bank Sampah menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan gerakan tersebut. Pemerintah Kota Kendari menyiapkan petugas untuk menerima sekaligus menimbang sampah anorganik yang disetorkan ASN.

Amir juga meminta petugas Bank Sampah tetap berada di lokasi sehingga ASN dapat melakukan penyetoran sampah tidak hanya pada Jumat, tetapi juga pada hari lainnya.

“Petugas Bank Sampah kita minta untuk selalu stay di sini. Banyak teman-teman ASN, bukan saja hari Jumat, tetapi sampai Sabtu bahkan Minggu kalau mereka perlu menyetor sampah,” jelasnya.

Bagi Pemkot Kendari, gerakan tersebut tidak hanya berkaitan dengan persoalan kebersihan. Sampah anorganik yang telah dipilah dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.

Amir mengajak ASN melihat aktivitas memilah dan mengumpulkan sampah sebagai kegiatan yang memberikan manfaat ganda, yakni menjaga kebersihan sekaligus menghasilkan nilai ekonomi.

“Ini punya nilai ekonomis. Jadi ada multifeknya. Kotanya kita bersih, kita juga dapat uang,” ungkapnya.

Gerakan tersebut diharapkan tidak hanya berlangsung di lingkungan perkantoran. ASN juga didorong membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah masing-masing.

Dengan melibatkan ribuan ASN, Pemkot Kendari berharap pengelolaan sampah melalui Bank Sampah dapat menjadi kebiasaan baru sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk tidak memandang sampah hanya sebagai limbah.

Pemerintah Kota Kendari menilai sampah anorganik yang dipilah dan dikelola dengan baik dapat menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi, sekaligus membantu menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih. (red)