KENDARI – Ruko Swalayan Surya di Jalan Dr Soetomo, Kelurahan Tobuuha, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, terbakar pada Kamis (27/8/2026) malam.
Kebakaran diduga dipicu kebocoran tumpukan tabung gas portabel yang kemudian menimbulkan percikan api listrik.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari menerima laporan kejadian sekitar pukul 19.36 WITA.
Tim langsung bergerak satu menit kemudian dan tiba di lokasi pada pukul 19.41 WITA dengan mengerahkan dua unit armada pemadam dan satu unit rescue.
Menurut keterangan saksi yang merupakan karyawan Swalayan Surya, Nita dan Mita, mereka pertama kali melihat api di sekitar bagian bawah tangga.
Api diduga berkaitan dengan tumpukan tabung gas portabel yang mengalami kebocoran.
Petugas Damkarmat yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman pada bagian ruko yang terdampak.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan dengan proses pendinginan dan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala.
Dari hasil pemeriksaan awal, sejumlah barang di dalam ruko dilaporkan hangus dan mengalami kerusakan.
Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta.
Tidak disebutkan adanya korban jiwa dalam laporan kejadian tersebut.
Pemilik ruko sekaligus Swalayan Surya diketahui bernama Yusnan Gulton. Sementara dua karyawan yang berada dalam data terdampak yakni Nita dan Mita.
Damkarmat Kota Kendari mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di rumah maupun tempat usaha.
Pengecekan rutin terhadap instalasi listrik dan penggunaan gas juga dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.
Selain itu, koordinasi antara Damkarmat, PLN, kepolisian, dan masyarakat diperlukan dalam penanganan keadaan darurat kebakaran.
Kejadian ini ditangani oleh jajaran Damkarmat Kota Kendari di bawah Kadis Damkarmat Drs. Ahriawandy Effendy, Kabid Pemadaman Amir Yusuf, S.Sos., M.Sos., dan Komandan Peleton 1 Muslim, S.Si.
Editor: Red






Tinggalkan Balasan