Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR), membuat gebrakan yang menggegerkan dunia pendidikan di Kendari.
Menyusul insiden pengeroyokan sadis yang menimpa seorang siswa SMAN 12 Kendari, ASR mengambil langkah tegas dengan mewajibkan sekolah-sekolah yang kerap terlibat tawuran untuk melaksanakan apel pagi secara bergilir di halaman Kantor Gubernur Sultra.
Kebijakan ini bukan tanpa alasan. ASR rupanya telah mengantongi data sekolah di Kota Kendari yang selama ini dikenal sebagai “langganan” kasus tawuran antar pelajar.
Sekolah-sekolah ini kini wajib menjalani “terapi” apel pagi langsung di bawah pengawasan ketat Gubernur.
ASR menyatakan bahwa pembinaan ini penting untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan mencegah kekerasan menjadi budaya di kalangan pelajar.



Tinggalkan Balasan