Penderitaan Eka semakin berat setelah ia mengaku juga menjadi korban mengungkapkan seksual oleh majikannya. Upayanya untuk meminta perlindungan dengan kembali ke pihak badan (kantor) selalu berujung pada kekerasan fisik. Sang majikan menolak keras memulangkannya dan justru terus melakukan penyiksaan setiap saat.
“Saya sudah meminta balik ke kantor, tapi majikan tidak mau. Dia memukul saya dan memaksa saya bekerja. Sampai melecehkan saya dan setiap saat dia memukul saya,” tambahnya dengan isak tangis.
Hingga berita ini diturunkan, lokasi detail keberadaan Eka Arwati di Oman masih misterius. Video ini pun kini menjadi tumpuan harapan bagi keluarga agar Pemerintah Indonesia, khususnya KBRI di Muscat dan BP2MI, segera melacak koordinat keberadaan Eka untuk dilakukan evakuasi darurat.
Publik Sulawesi kini menanti langkah nyata otoritas perlindungan tenaga kerja luar negeri demi menyelamatkan nyawa Eka Arwati dari cengkeraman majikan yang tidak manusiawi tersebut. (red)



Tinggalkan Balasan