Tak main-main, pesawat harus berputar-putar di wilayah udara India selama kurang lebih 4 jam 30 menit sebelum akhirnya diizinkan melanjutkan perjalanan ke Indonesia.
Penundaan signifikan ini diketahui akibat penutupan sebagian besar wilayah udara di sekitar Teluk Benggala.
Penutupan tersebut berkaitan dengan aktivitas militer otoritas setempat, yakni uji coba peluncuran Rudal Agni-6.
Setelah ruang udara kembali dibuka, pesawat baru bisa menyelesaikan sisa durasi penerbangan menuju Bandara Internasional Kualanamu dalam waktu 2 jam 50 menit.
Meski menghadapi tantangan operasional yang dinamis, Garuda Indonesia baru-baru ini mencatatkan prestasi membanggakan.
Maskapai pelat merah ini masuk dalam daftar World’s Best Airlines 2026 versi AirlineRatings.com, menempati posisi ke-24 dalam kategori The World’s Best Full-Service Airlines for 2026.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyebut posisi ini sebagai sinyal positif atas proses transformasi perusahaan.
Garuda menjadi satu-satunya maskapai asal Indonesia yang berhasil menembus daftar 25 besar dunia tersebut.
“Di tengah dinamika industri penerbangan global yang penuh tantangan, pencapaian ini tentunya menjadi sinyal positif yang mencerminkan progres dari program transformasi perusahaan,” ujar Glenny, Senin (4/5/2026). (red)



Tinggalkan Balasan