Selain suhu panas, dr. H. Sukirman juga menjelaskan bahwa pemerintah Arab Saudi tahun ini menerapkan sistem pengamanan yang jauh lebih ketat dibanding pelaksanaan haji sebelumnya.

Pemeriksaan dilakukan berlapis di setiap akses masuk menuju Kota Makkah.

“Setiap kendaraan dan jemaah diperiksa secara ketat. Pemeriksaan dilakukan hingga tiga lapis di pintu masuk kota untuk memastikan seluruh jemaah memiliki visa haji resmi dan dokumen lengkap,” jelasnya.

Ia menambahkan, akses menuju Masjidil Haram juga dijaga ketat oleh aparat keamanan Arab Saudi.

Seluruh jemaah diwajibkan membawa dan menunjukkan kartu identitas Nusuk sebagai syarat utama memasuki area ibadah.

“Kartu Nusuk sekarang menjadi identitas utama jemaah. Tanpa kartu tersebut, akses menuju Masjidil Haram bisa dibatasi,” katanya.

Di tengah tantangan cuaca dan pengamanan yang ketat, dr. H. Sukirman mengimbau seluruh jemaah asal Sulawesi Tenggara agar menjaga kesehatan, mematuhi aturan pemerintah Arab Saudi, serta tidak memaksakan diri dalam menjalankan aktivitas ibadah.

“Yang paling penting adalah menjaga kesehatan dan mengikuti arahan petugas haji agar seluruh rangkaian ibadah bisa dijalani dengan aman dan lancar,” pungkasnya. (red)

66 / 100 Skor SEO