Kendari – Seorang driver taksi online di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi korban dugaan pencurian mobil Daihatsu Sigra dengan nomor Polisi DT 1304 RF setelah menerima orderan penumpang dengan tujuan Kabupaten Kolaka.
Mobil miliknya diduga dibawa kabur saat ia singgah menunaikan salat magrib di wilayah Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Sultra, Sabtu (27/6/2026).
Pemilik mobil, Hamzah menceritakan, awalnya pelaku memesan orderan melalui aplikasi Maxim dengan titik jemput di BTN Rezky Anggoeya 2, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari dengan tujuan awal ke Polres Kolaka.
“Awalnya dia pesan lewat aplikasi Maxim dari BTN Rezky II di Anggoeya tujuan Polres Kolaka. Setelah saya sampai di titik penjemputan, dia minta orderannya dibatalkan saja supaya kami jalan secara offline,” kata Hamzah kepada Kendariinfo, Senin (29/6).
Perjalanan pun berlanjut menuju Kolaka. Saat tiba di Kelurahan Raterate, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Hamzah sempat menghentikan perjalanan untuk menunaikan salat asar.
“Saya singgah di masjid untuk salat asar. Waktu itu mobil saya kunci dan penumpangnya saya tinggalkan di luar masjid,” ujarnya.
Usai salat, perjalanan kembali dilanjutkan. Namun di tengah jalan, penumpang tersebut menerima panggilan telepon dan mendadak membatalkan tujuan ke Kolaka.
“Setelah dia ditelepon, dia bilang tidak jadi ke Kolaka dan minta kembali ke Kendari,” ungkapnya.

Dalam perjalanan kembali, keduanya sempat berhenti di sebuah warung di kawasan Raterate karena pelaku mengaku akan dijemput seseorang. Namun, rencana itu kembali berubah.
“Dia bilang ada yang mau jemput di situ, tapi beberapa saat kemudian dia bilang tidak jadi dijemput. Akhirnya kami sepakati biaya untuk kembali ke Kendari sebesar Rp1,3 juta,” jelas Hamzah.
Saat memasuki waktu magrib, Hamzah kembali menghentikan kendaraan di sebuah masjid di Kecamatan Wonggeduku untuk melaksanakan salat. Sebelum turun, pelaku meminta agar mesin mobil dan pendingin ruangan tetap menyala.
“Dia bilang jangan matikan mobil, AC juga jangan dimatikan karena dia mau tunggu di dalam mobil,” katanya.
Namun, setelah selesai menunaikan salat, Hamzah dibuat syok karena mobilnya sudah tidak berada di lokasi parkir.
“Begitu saya keluar dari masjid, mobil saya sudah tidak ada. Penumpangnya juga sudah kabur membawa mobil itu,” tuturnya.
Atas kejadian tersebut, korban langsung melapor ke Polsek Wonggeduku. Kasus dugaan pencurian tersebut kini dalam penanganan pihak kepolisian.
Dari kejadian itu pemilik mobil kemudian melaporkan hal tersebut ke Polsek Wonggeduku. Laporan pengaduan diterima polisi pukul 19.30 Wita, setelah kejadian berlangsung.
sumber: kendari.info




Tinggalkan Balasan