“Saya kalau di rumah itu kalau tidak ada ikan, tidak makan,” ujar ASR.
Pernyataan tersebut menggambarkan kedekatan ASR dengan konsumsi ikan. Melalui GEMARIKAN, ia ingin mengajak masyarakat menjadikan ikan sebagai pilihan pangan yang tidak hanya lezat, tetapi juga kaya gizi dan nutrisi.
ASR menegaskan, potensi kelautan Sulawesi Tenggara sangat besar. Sekitar 70 persen wilayah provinsi ini merupakan lautan, dengan produksi perikanan mencapai sekitar 43 ribu ton per tahun.
Capaian tersebut menempatkan Sulawesi Tenggara dalam empat besar daerah penghasil ikan di Indonesia berdasarkan data yang disampaikan Gubernur.
Potensi itu menjadi salah satu alasan sektor agro-maritim ditempatkan sebagai pilar prioritas pembangunan Sulawesi Tenggara.
Menurut ASR, kekayaan laut harus dimanfaatkan secara optimal agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku usaha perikanan.
Namun, pemanfaatan potensi tersebut harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian laut.
ASR mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke laut. Lingkungan perairan yang bersih menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketersediaan ikan segar dan berkualitas.
Kualitas hasil perikanan juga memiliki kaitan langsung dengan nilai jual. Ikan yang terjaga kesegarannya dapat memberikan nilai ekonomi lebih baik sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan nelayan.
Dari laut yang terjaga, masyarakat tidak hanya memperoleh sumber pangan bergizi, tetapi juga peluang ekonomi yang berkelanjutan.
Semangat memasyarakatkan makan ikan juga terlihat melalui peran Ketua TP PKK Sulawesi Tenggara, Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka.
Dalam kegiatan Lomba Masak Serba Ikan, Arinta mendorong masyarakat agar semakin gemar mengonsumsi ikan dan hasil laut melalui inovasi berbagai menu olahan.
Menurutnya, kekayaan sumber daya laut Sulawesi Tenggara perlu diolah secara kreatif agar semakin diminati masyarakat.
“Harapan saya, melalui lomba ini kita bisa mengolah sumber daya alam yang ada di Sulawesi Tenggara, khususnya ikan, udang, dan hasil laut lainnya. Kita juga ingin mengampanyekan agar masyarakat semakin gemar makan ikan dengan menghadirkan menu-menu baru yang lebih variatif,” ujarnya.
Arinta juga mengajak para orang tua membiasakan anak-anak mengonsumsi ikan minimal empat hingga lima kali dalam sepekan untuk mendukung tumbuh kembang serta mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas.
Pesan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
Dalam kegiatan tersebut, meja-meja peserta dipenuhi berbagai kreasi olahan hasil laut. Tuna, udang, ikan nila, sayuran, hingga bahan pangan lokal diracik menjadi menu keluarga dan kudapan dengan tampilan menarik.
Salah satu kreasi yang ditampilkan antara lain tuna berselimut daun kadolla, perkedel ikan nila dengan daun kelor, serta olahan labu kuning dengan fla rumput laut.
Arinta bersama rombongan melihat langsung hasil kreasi para peserta sekaligus mencicipi sajian yang disiapkan.
Kehadiran Arinta menjadi bagian dari upaya mendorong kreativitas kader PKK dalam menghadirkan makanan berbahan ikan yang tidak hanya lezat, tetapi juga menarik dan bernilai gizi bagi keluarga.
Lomba Masak Serba Ikan yang diselenggarakan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sultra bekerja sama dengan TP PKK Sultra diikuti 10 tim penggerak PKK kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.
Kepala DKP Sultra, Hj. Hikmawaty, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mendukung prioritas pembangunan Gubernur Sultra di sektor agro-maritim berbasis ketahanan pangan.
Perlombaan dibagi dalam beberapa kategori, termasuk menu keluarga, kudapan, serta makanan ringan untuk balita.
Kreasi makanan dibuat menarik agar masyarakat, khususnya anak-anak, lebih tertarik mengonsumsi ikan.
Hikmawaty berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai perlombaan seremonial. Berbagai kreasi olahan ikan diharapkan dapat diteruskan melalui jaringan PKK hingga desa, dasawisma, dan posyandu.
Pada kategori menu keluarga, Juara I diraih TP PKK Kabupaten Bombana, Juara II TP PKK Kota Baubau, dan Juara III TP PKK Kabupaten Buton Selatan.
Sementara Juara Harapan I diraih TP PKK Kabupaten Konawe Kepulauan dan Juara Harapan II TP PKK Kabupaten Kolaka Utara.
TP PKK Kabupaten Bombana juga berhasil meraih predikat Juara Umum. Adapun Juara Favorit diraih TP PKK Kota Kendari dan kategori Inovasi Menu Terbaik diraih TP PKK Kota Baubau.
Pemenang pertama akan mewakili Sulawesi Tenggara dalam lomba masak serba ikan tingkat nasional di Jakarta.
Dalam laporannya, Hikmawaty menyebut Sulawesi Tenggara memperoleh alokasi 60 titik pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada 2026 dengan progres sekitar 50 persen.
Pembangunan KNMP menjadi bagian dari upaya memperkuat kawasan pesisir dan mendukung aktivitas masyarakat nelayan.
Pada rangkaian Harkannas 2026, pemerintah juga membagikan 50 paket produk olahan hasil perikanan kepada perwakilan nelayan, ibu hamil atau menyusui, serta remaja pranikah.
Secara simbolis, paket diserahkan kepada 10 perwakilan masyarakat Desa Sorue Jaya oleh Gubernur Sultra bersama Ketua TP PKK Sultra, Pj. Sekda Sultra, dan Kepala DKP Sultra.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap pemanfaatan produk perikanan sekaligus penguatan konsumsi pangan bergizi di masyarakat.
Usai rangkaian kegiatan, ASR bersama Arinta, Pj. Sekda, dan pejabat terkait mengunjungi stan Bazar UMKM Olahan Produk Hasil Perikanan.
Bazar tersebut menampilkan sedikitnya 30 jenis produk olahan hasil laut. Beragam produk seperti teri krispi, amplang, abon ikan, stik keju tuna, olahan bandeng, hingga keripik cumi memperlihatkan potensi ikan untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
Produk-produk tersebut tidak hanya menjadi alternatif konsumsi keluarga, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat pesisir dan pelaku UMKM.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Harmoni Bakar Ikan yang melibatkan 24 perwakilan nelayan dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, hasil laut diperkenalkan dalam suasana kebersamaan, sekaligus menjadi ajang mendorong konsumsi ikan di tengah masyarakat.
Pada akhir rangkaian acara, Gubernur Sultra bersama Pj. Sekda dan pejabat terkait melakukan kunjungan ke Cold Storage Koperasi Cahaya Alam Bokori yang berada di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih Sorue Jaya.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap fasilitas penyimpanan hasil perikanan yang memiliki peran penting dalam menjaga kualitas dan kesegaran ikan.
Dari kebiasaan ASR menyantap ikan, kreativitas Arinta bersama kader PKK, hingga beragam produk olahan hasil laut yang dipamerkan di Soropia, terdapat satu pesan yang sama: potensi laut Sulawesi Tenggara perlu dijaga, dimanfaatkan, dan dikembangkan agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
GEMARIKAN tidak hanya menjadi kampanye konsumsi pangan bergizi. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan inovasi olahan ikan, memperkuat peran perempuan dalam ketahanan pangan keluarga, serta membuka peluang ekonomi bagi nelayan dan pelaku UMKM.
Dengan agro-maritim sebagai salah satu prioritas pembangunan, Sulawesi Tenggara memiliki peluang besar untuk menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai penggerak ekonomi daerah.
Sebab, di balik sepiring ikan, ada kesehatan keluarga, ada kerja keras nelayan, ada kreativitas para ibu, dan ada potensi ekonomi yang dapat tumbuh dari laut Sulawesi Tenggara.
Advertorial | Perdetiknews.com








Tinggalkan Balasan