“Kita tahu tantangan usaha ke depan ini tidak mudah, dengan target besar dan berbagai regulasi. Tapi kita tidak menutup diri dari hal-hal yang bisa membuat REI Sultra menjadi lebih baik. Kita sama-sama bekerja untuk kebaikan organisasi,” ujar Danang.
Salah satu prioritas utama program kerja DPD REI Sultra di bawah kepemimpinan Danang adalah penyelesaian pembangunan sekretariat REI Sultra, yang diharapkan menjadi pusat koordinasi strategis antaranggota dan pemangku kepentingan.
Danang juga menegaskan pentingnya kedisiplinan anggota dalam mengikuti aturan. Ia berkomitmen untuk menertibkan anggota REI yang membangun rumah tidak sesuai spesifikasi maupun regulasi pemerintah. “Kalau ada anggota yang tidak mengikuti aturan, kita nasihati. Tapi kalau tetap melanggar, maka keanggotaan REI-nya akan saya cabut. Kita harus jaga kepercayaan masyarakat,” tegas Danang, menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat.
DPD REI Sultra juga menyatakan dukungan penuh terhadap program nasional pemerintah, yaitu pembangunan 3 juta rumah rakyat menuju Indonesia Emas 2045. Program ini merupakan kelanjutan dari Program Sejuta Rumah yang telah digagas sejak 2015 oleh Kementerian PUPR dan terus didorong untuk menjawab kebutuhan backlog perumahan nasional.
Sulawesi Tenggara dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor perumahan, terutama di wilayah-wilayah penyangga pertumbuhan seperti Konawe, Kolaka, dan Kendari. “Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi, seperti ketersediaan lahan, perizinan, hingga akses pembiayaan,” kata Danang.
Koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat akan terus dilakukan REI Sultra untuk memastikan kebijakan dan regulasi tidak menjadi hambatan dalam pembangunan perumahan, namun juga tetap menjaga kualitas dan kelayakan huni. “Bukan berarti kita minta regulasi dilonggarkan, tapi bagaimana supaya tidak diperketat. Kita ingin kerja sama yang harmonis agar semua pihak bisa saling mendukung,” harap Danang.
Sekretaris Jenderal DPP REI, Raymond Arfandi, yang turut hadir, menegaskan bahwa seorang pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu mengajak, menunjukkan arah, dan menciptakan pemimpin-pemimpin hebat berikutnya. “Pak Danang hebat kalau anggotanya sukses. Jangan jalan sendiri. Ajak dan tunjukkan jalan. Sebagai pengembang, kita bukan hanya jual rumah. Ada peluang lain seperti kafe, restoran, bahkan properti komersial lainnya,” ujar Raymond.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi dan tetap berpegang pada nilai-nilai Sapta Pratama REI, yang menjadi pedoman moral dan profesionalisme seluruh anggota.
REI adalah asosiasi pengembang properti terbesar dan tertua di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1972. Organisasi ini memiliki anggota lebih dari 6.000 perusahaan pengembang di seluruh Indonesia dan merupakan mitra utama pemerintah dalam penyediaan perumahan rakyat. Di Sulawesi Tenggara, REI terus mendorong kontribusi aktif dalam penyediaan rumah layak huni dan pengembangan kawasan strategis. (rei)



Tinggalkan Balasan