Kendari, – Wakil Wali Kota Kendari, H. Sudirman, SE, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) X Dewan Pimpinan Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Sulawesi Tenggara yang diselenggarakan di Hotel Claro Kendari pada Kamis. Musda ini secara aklamasi kembali menetapkan Danang Sutarko sebagai Ketua DPD REI Sultra periode 2025–2028, menandai kuatnya kepercayaan anggota terhadap kepemimpinannya.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Sudirman berharap musyawarah ini dapat melahirkan pemimpin yang mampu mengayomi seluruh anggota dan menjembatani komunikasi yang efektif dengan pemerintah daerah, khususnya terkait perizinan dan pengawasan pembangunan perumahan. “Saya berharap musyawarah ini benar-benar menjadi forum yang melahirkan pemimpin DPD REI Sultra yang diharapkan seluruh anggota, mampu menjadi jembatan antara pengembang dengan pemerintah, baik dalam hal perizinan maupun pengawasan pembangunan perumahan,” ungkap Sudirman.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kendari untuk mendukung penuh Program Nasional 3 Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Pemkot telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mempermudah proses perizinan bagi para pengembang. “Bantu mereka, jangan dipersulit. Jika ada kekurangan, beri tahu, lengkapi, dan setelah lengkap kami bantu prosesnya. PTSP dan dinas teknis harus menjalankan fungsi pelayanan terpadu dengan maksimal,” tegas Wakil Wali Kota.
Musda DPD REI Sultra, yang mengusung tema “Sukseskan 3 Juta Rumah Menuju Indonesia Emas 2045”, menjadi platform penting bagi para pengembang properti untuk mengevaluasi kinerja, merumuskan strategi ke depan, dan memilih kepengurusan baru. Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan DPP REI pusat, pejabat daerah, mitra perbankan, dan pelaku usaha konstruksi.
Usai terpilih kembali, Ketua DPD REI Sultra, Danang Sutarko, menyampaikan harapannya agar solidaritas dan kekompakan antaranggota tetap terjaga di tengah tantangan industri properti yang semakin kompleks. Ia mengakui bahwa perjalanan ke depan tidak akan mudah, mengingat regulasi yang kian ketat dan target ambisius pemerintah dalam pembangunan perumahan.



Tinggalkan Balasan