SULAWESI TENGGARA – Sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami periode hari tanpa hujan (HTH) yang cukup panjang. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 20 Oktober 2026, Kecamatan Bungi dan Toari tercatat mengalami 129 hari tanpa hujan.

Data Stasiun Klimatologi BMKG Sultra menunjukkan, durasi tersebut menjadi salah satu periode tanpa hujan terpanjang di wilayah yang dipantau. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bombana, Konawe Selatan (Konsel), Buton Selatan (Busel), Kolaka, dan Muna.

Di Kabupaten Bombana, Kecamatan Poleang Barat tercatat mengalami 128 hari tanpa hujan. Berikutnya, Poleang Timur mencapai 127 hari, sedangkan Matausu mengalami 118 hari tanpa hujan.

Sementara itu, di Kabupaten Konsel, Kecamatan Tinanggea dan Andoolo masing-masing mencatat 118 hari tanpa hujan. Adapun Kecamatan Lainea mengalami kondisi serupa selama 114 hari.

Di Kota Baubau, selain Kecamatan Bungi, Betoambari juga tercatat mengalami 117 hari tanpa hujan. Di Kabupaten Busel, periode tanpa hujan selama 117 hari terjadi di Kecamatan Batauga dan Kadatua. Selanjutnya, Kecamatan Sampolawa mencatat 116 hari dan Siompu selama 115 hari.

Untuk wilayah Kabupaten Kolaka, Kecamatan Toari mengalami 129 hari tanpa hujan. Sementara di Kabupaten Muna, Kecamatan Tongkuno tercatat mengalami 105 hari tanpa hujan dan Kabawo selama 104 hari.

BMKG mengategorikan periode hari tanpa hujan sebagai ekstrem panjang apabila suatu wilayah mengalami curah hujan kurang dari 1 milimeter per hari selama lebih dari 60 hari berturut-turut.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Sultra, Kusairi, mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi iklim melalui instansi resmi dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.

“Masyarakat perlu mengikuti informasi iklim dari instansi yang berwenang dan menghindari berita bohong,” kata Kusairi, Selasa (20/10/2026).

Selain itu, masyarakat diminta menghemat penggunaan air serta menghindari aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi minim hujan.

“Masyarakat perlu menghemat pemakaian air. Jangan membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu kebakaran,” tutupnya.

Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →
58 / 100 Skor SEO