KENDARI – BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja sektor informal atau Bukan Penerima Upah (BPU). Kali ini, sosialisasi menyasar para pedagang di Pasar Baruga, Kota Kendari, Selasa (28/7/2026).

Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pedagang mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, mengingat aktivitas berdagang memiliki berbagai risiko, mulai dari kecelakaan kerja hingga risiko sosial ekonomi lainnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sultra, Luky Julianto, mengatakan perlindungan jaminan sosial tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja formal, tetapi juga terbuka bagi seluruh pekerja sektor informal, termasuk pedagang pasar.

“Pedagang merupakan salah satu penggerak utama ekonomi kerakyatan yang memiliki risiko kerja, mulai dari perjalanan menuju pasar, saat berjualan, hingga risiko tak terduga lainnya. Melalui program BPJS Ketenagakerjaan, kami ingin memastikan para pedagang dapat bekerja dengan rasa aman dan tenang tanpa khawatir terhadap risiko finansial jika terjadi musibah,” ujar Luky.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini memberikan keringanan iuran bagi peserta BPU. Untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), peserta cukup membayar Rp8.400 per bulan hingga Desember 2026.