Pembagian ini bertujuan agar potensi ekonomi di wilayah kepulauan, yang selama ini terhambatnya aksesibilitas, dapat segera terakselerasi dan sejajar dengan wilayah daratan.

Tak hanya di jalan raya, Gubernur juga menyoroti kondisi pelabuhan-pelabuhan di Sultra yang dinilai sudah tidak layak. Menurutnya, pelabuhan adalah jantung keluar-masuknya arus barang yang sangat mempengaruhi harga dan ketersediaan stok di masyarakat.

Khusus untuk Kota Baubau sebagai hub transportasi di wilayah kepulauan, ASR menekankan perlunya peningkatan kapasitas bandara.

“Indikator perekonomian ada di pelabuhan dan bandara. Untuk bandara harus ditambah runway -nya, agar pesawat berbadan lebar bisa mendarat dan membuka akses lebih luas bagi investor maupun wisatawan,” jelasnya.

Di sisi lain, Andi menyadari bahwa pembangunan fisik harus diimbangi dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Ia mengumumkan rencana ambisius untuk mengirim 100 siswa berprestasi Sultra ke luar negeri pada tahun 2027.

Siswa-siswa tersebut akan difasilitasi untuk menempuh pendidikan di Jepang, Singapura, hingga Australia dengan biaya dari APBD. Harapannya, mereka tidak hanya membawa pulang ilmu teknologi, tetapi juga jaringan internasional yang kuat untuk membangun Sultra di masa depan.

“Apapun yang saya lakukan jika tidak diawali dengan sistem, saya yakin kemajuan dan kesejahteraan tidak akan kita raih,” tutup Andi di hadapan Menteri Agama Nasaruddin Umar dan jajaran kepala daerah se-Sultra yang hadir. (red)

11 / 100 Skor SEO