-
Ketepatan waktu distribusi makanan.
-
Aroma makanan (melalui tes organoleptik/penciuman).
-
Rasa makanan (dicicipi langsung untuk mendeteksi kelayakan konsumsi atau potensi basi).
-
Variasi menu dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Sony menegaskan, poin variasi menu menjadi sorotan penting agar penyedia makanan tidak menyajikan hidangan yang monoton.
“PIC melakukan penilaian jangan sampai menu yang disajikan oleh satu SPPG itu kemarin telur dadar, hari ini telur rebus, hari Rabu telur balado, akhirnya telur terus,” pungkas Sony.
Proses penilaian yang dilakukan langsung di tempat ini membuat hasil evaluasi dapat diperoleh oleh pusat dengan jauh lebih cepat.
Seluruh hasil input data dari aplikasi Reviu MBG tersebut nantinya akan dikompilasi dan dijadikan sebagai indikator evaluasi utama atau Key Performance Indicator (KPI) bagi masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di setiap daerah. (red)



Tinggalkan Balasan