JAKARTA, perdetiknews.com – Tim Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung bergerak cepat membongkar draf permufakatan jahat dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Tahun Anggaran 2025 sampai dengan Tahun 2026.
Pada Jumat, 12 Juni 2026, Korps Adhyaksa resmi menetapkan dan melakukan tindakan penahanan terhadap Komisaris sekaligus Pengendali PT Yasa Artha Trimanunggal (PT YAT), Andri Mulyono (AM), sebagai tersangka baru. Langkah hukum progresif ini dieksekusi secara mendalam, profesional, dan akuntabel setelah penyidik mengantongi minimal 2 (dua) alat bukti yang cukup, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian serta asas praduga tidak bersalah.
“AM melakukan penggelembungan harga atau markup untuk setiap unit motor listrik dengan tujuan mendekati Pagu yang tersedia,” tegas Dirdik Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, dalam konferensi pers di Jakarta.
Berdasarkan draf rilis resmi kronologi kasus posisi yang dihimpun tim redaksi, skandal ini bermula pada awal tahun 2025. Tersangka AM selaku bos PT YAT yang bergerak di bidang pengadaan barang dan logistik, melakukan pertemuan khusus dengan Tersangka LP (Lodewyk Pusung) yang saat itu menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mempresentasikan profil perusahaan agar bisa menggolkan dan mengerjakan proyek-proyek pengadaan barang di internal BGN.
Pascapertemuan tersebut, Tersangka AM mengendus draf informasi mengenai adanya Pengadaan Sepeda Motor Listrik di BGN dengan nilai anggaran fantastis mencapai Rp60.000.000 (enam puluh juta rupiah) per unit. Mirisnya, pengadaan barang milik negara ini sejak awal dirancang tanpa disusun berdasarkan draf kebutuhan riil di lapangan.



Tinggalkan Balasan