Kendari, Sulawesi Tenggara – Kepala Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tenggara (Sultra), Sulardi, mengeluarkan peringatan keras bagi narapidana maupun petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di wilayahnya yang terbukti terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika.

Dalam keterangannya kepada awak media di Kendari, Senin (28/4), Sulardi menegaskan komitmennya untuk memberantas aktivitas ilegal tersebut hingga ke akar-akarnya.

“Kalau memang ada, kami akan tindak, dan itu sudah perintah dari Pak Dirjen,” ujar Sulardi dengan nada tegas. Ia menjelaskan bahwa langkah tegas akan diambil sebagai wujud keseriusan dalam menciptakan lingkungan lapas dan rutan yang bersih dari narkoba.

... ...

Kendati demikian, hingga saat ini, Sulardi mengungkapkan belum ada satu pun narapidana atau warga binaan di lapas dan rutan se-Sultra yang terbukti terlibat dalam praktik haram tersebut. “Tapi, saya yakinkan bahwa kalau masih ada, jangankan napi, kalau ada petugas yang terlibat pasti kami akan tindak tegas,” imbuhnya.

Ancaman konkret pun dilontarkan Sulardi bagi narapidana yang kedapatan masih mengendalikan peredaran narkoba dari balik jeruji besi. Ia memastikan bahwa mereka akan dipindahkan ke Lapas Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah, yang dikenal dengan pengamanan super ketatnya. Alternatif lain, narapidana tersebut minimal akan dipindahkan ke Lapas Narkotika Sungguminasa di Sulawesi Selatan.

“Kalau napi yang masih mengedarkan narkoba, saya sudah janji akan dipindahkan, kalau perlu ke Nusakambangan, itu sudah pasti, saya sudah janji itu, setidak-tidaknya di Lapas Narkotika di Sungguminasa,” tegas Sulardi.

Menurutnya, pernyataan ini bukan sekadar gertak sambal. Lapas Nusakambangan dipilih sebagai tujuan pemindahan karena reputasinya sebagai penjara dengan tingkat keamanan maksimum, yang diharapkan dapat menghentikan aktivitas ilegal narapidana. “Ancaman pemindahan tersebut menjadi shock therapy untuk menghentikan aktivitas ilegal di lapas,” jelasnya.

Tak hanya narapidana, Sulardi juga memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran pegawai pemasyarakatan di lingkungan lapas dan rutan se-Sultra. Ia menekankan agar para petugas tidak sekali-kali mencoba bermain-main dengan narkoba.

“Kalau ada pegawai yang main-main dengan narkoba, langsung diproses hukum. Kalau terbukti, saya pastikan akan dipecat,” pungkas Sulardi, menunjukkan ketidak toleransinya terhadap keterlibatan petugas dalam bisnis haram tersebut. Langkah tegas ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan mendukung program rehabilitasi bagi para narapidana. **

Polling Lainnya di Sulawesi Tenggara
Lihat Semua Polling →
Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →