KOLAKA, PERDETIKNEWS.COM – Musim hujan seharusnya membawa harapan bagi petani. Namun, bagi masyarakat Desa Lamedai, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, datangnya hujan justru menghadirkan kecemasan. Mereka takut banjir bandang kembali menyapu desa dan mengancam lahan persawahan yang menjadi sumber kehidupan.
Di tengah ketakutan itu, suara kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah daerah kembali menggema. Seorang warga secara terbuka meluapkan kemarahannya kepada Bupati Kolaka, H. Amri, S.STP., M.Si., karena janji penanganan persoalan normalisasi sungai yang disebut belum juga terealisasi.
Dalam video yang beredar, warga tersebut mengungkapkan bahwa masyarakat bersama mahasiswa telah berulang kali menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah. Bahkan, mereka mengaku pernah bertemu langsung dengan Bupati Amri dan mendapatkan janji bahwa persoalan tersebut akan ditangani dalam waktu dua minggu.
- Oknum Wartawan di Buton Kena OTT, Diduga Peras Sekda Rp5 Juta Lewat Pemberitaan
- Ketua Serikat Buruh Kolaka Berty Layuk Bongkar K3 IPIP Pomalaa, Dugaan Pemotongan Upah untuk APD Disorot
- Pernah Tangani Kasus Penghina Jokowi, Ini Rekam Jejak Irjen Himawan Bayu Aji dari Dirtipidsiber Bareskrim hingga Kapolda Sultra
Namun, waktu yang dijanjikan berlalu. Masyarakat mengaku belum melihat realisasi yang mereka harapkan.
“Sudah berulang-ulang kali kami sampaikan, tapi tidak ditanggapi dengan baik. Yang kami dapat cuma janji. Pernah saya bersama teman-teman dan anak mahasiswa berhadapan langsung dengan Pak Bupati. Kami dijanji dua minggu, Pak. Tapi mana buktinya?” ungkap warga dengan nada kecewa.



Tinggalkan Balasan