JAKARTA – Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan. Praktisi keuangan dan analis geopolitik, Prof. Gema Goeyardi, melontarkan sejumlah klaim serius mengenai dugaan adanya skenario politik, pendanaan puluhan triliun rupiah, hingga upaya mengguncang pemerintahan.
Pernyataan tersebut disampaikan Gema melalui video yang diunggah di kanal YouTube Astronacci dengan judul “Siapa yang Nyuruh Sadap Presiden??! Ini Skandal Rp50 Triliun”.
Dalam pemaparannya, Gema menilai dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo bukan sekadar persoalan pelanggaran prosedur, melainkan diduga berkaitan dengan agenda politik dan ekonomi yang lebih besar.
“Jadi siapa sebenarnya yang nyuruh nyadap Presiden Prabowo ini? Ini adalah 100 persen makar. Presiden ini kalau turun ternyata sudah disiapkan penggantinya,” ujar Gema dalam pernyataannya yang dikutip dari video tersebut.
Ia kemudian menyebut dugaan adanya uang muka sebesar Rp25 triliun dengan total anggaran yang diperkirakan mencapai Rp50 triliun hingga Rp60 triliun.



Tinggalkan Balasan